Connect with us

HEALTH

Tak Semua Suplemen Bermanfaat untuk Kesehatan Tubuh

Published

on

Konsumsi suplemen mengandung kalsium, vitamin D, multivitamin, zat besi, beta-karoten, dan antioksidan tidak berpengaruh pada mortalitas atau hasil kardiovaskular.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Tak semua suplemen aman Anda konsumsi. Para peneliti mengingatkan, konsumsi suplemen mengandung kalsium dan vitamin D bisa berbahaya untuk tubuh, salah satunya meningkatkan risiko stroke.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, seperti dilansir Medical Daily, Selasa (9/7/2019), peneliti dari West Virginia University School of Medicine menganalisis data dari 277 uji coba yang mengeksplorasi efek berbagai suplemen gizi dan diet. Analisis ini juga mencakup tingkat kematian dan prevalensi penyakit kardiovaskular.

Analisis yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine itu menunjukkan, hanya asam folat dan omega-3 yang efektif untuk meningkatkan kesehatan.

Konsumsi asam folat berhubungan dengan rendahnya risiko terkena stroke, sementara omega-3 bisa mengurangi kemungkinan serangan jantung dan penyakit jantung koroner.

Di sisi lain, konsumsi suplemen mengandung kalsium, vitamin D, multivitamin, zat besi, beta-karoten, dan antioksidan tidak berpengaruh pada mortalitas atau hasil kardiovaskular.

Tim peneliti juga menganalisis tentang kontribusi diet pada kesehatan jantung. Mereka menemukan, konsumsi lebih sedikit garam ternyata efektif mengurangi risiko kematian terkait masalah kardiovaskular.

Jenis diet lain, termasuk diet rendah lemak, diet Mediterania dan asupan minyak ikan yang tinggi, tidak berpengaruh.

“Mengurangi asupan garam dikaitkan dengan meningkatkan kelangsungan hidup secara keseluruhan dan mortalitas kardiovaskular,” kata Khan.

“Dalam berbagai penelitian, asupan garam yang rendah pada dasarnya mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular,” kata Safi Khan, salah satu peneliti studi. Demikian, seperti dikutip Antara. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HEALTH

Polusi Udara Membuat Paru-Paru Menua Lebih Dini

Published

on

Paparan jangka panjang dari udara yang mengandung lima mikrogram polusi partikulat kecil per meter kubik bisa menuakan dini paru-paru hingga dua tahun.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Polusi udara di kota-kota besar akan memicu paru-paru menua lebih dini, seperti dialami warga Inggris yang paru-parunya menua empat tahun lebih cepat secara rata-rata selama masa hidup mereka, meningkatkan risiko penyakit paru-paru kronis, demikian sebuah penelitian di Negara Kerajaan itu.

“Hasil (penelitian) populasi luas di Inggris, sekali lagi, jelas memperkuat argumen untuk kebijakan pengendalian polusi udara yang lebih ketat di negara ini untuk melindungi paru-paru kita,” kata Dr. Samuel Cai, seorang peneliti dari Sekolah Ilmu Kesehatan dan Lingkungan Kependudukan di Inggris, dikutip dari laporan King’s College London, Rabu (17/7/2019).

Tim peneliti mempelajari data Biobank Inggris pada lebih dari 300.000 orang berusia 40-69 dan menguji fungsi paru-paru mereka.

Seiring bertambahnya usia seseorang, fungsi paru-paru mereka kurang efektif, dalam beberapa kasus mengarah ke penyakit paru obstruktif kronis (COPD)—sekelompok kondisi paru-paru yang menyebabkan kesulitas bernafas, seperti bronkitis dan emfisema, menurut penelitian baru yang diterbitkan di Jurnal Respiratori Eropa.

Paparan jangka panjang dari udara yang mengandung lima mikrogram polusi partikulat kecil per meter kubik bisa menuakan dini paru-paru hingga dua tahun. Dua pertiga populasi di Inggris tinggal di daerah yang mengandung 10 mikrogram partikulat kecil per meter kubik.

Polusi partikel adalah campuran dari tetesan padat dan cair di udara dan dapat datang dalam bentuk kotoran, debu, jelaga atau asap, berasal dari tambang batu bara dan gas alam, mobil, pertanian, jalan yang tidak beraspal, dan lokasi konstruksi.

Penelitian itu juga menunjukkan jumlah kasus COPD empat kali lebih tinggi daripada jika seseorang hidup dengan perokok dan setengah dari orang yang telah menjadi perokok. Demikian, seperti dikutip Antara. (lws)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HEALTH

Ini Faktor Eksternal Penyebab Kulit Wajah Kendur

Published

on

Produk perawatan kulit dengan kandungan antioksidan dapat menghambat enzim yang berperan memecah kolagen dan elastin, untuk menjaga elastisitas kulit.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kulit wajah manusia akan mengendur seiring dengan pertambahan usia, namun ada beberapa faktor eksternal yang justru mempercepat proses itu.

“Faktor eksternal termasuk di antaranya sinar UV (ultra violet), polusi, merokok, lalu gaya gravitasi, merupakan faktor eksternal yang menyebabkan sagging skin (kulit mengendur),” kata dokter spesialis kulit dan kelamin Hafiza Fikri Fadel di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Kulit cepat kendur itu, ujarnya, termasuk tanda-tanda penuaan dini. Cara mencegahnya, dengan rutin menggunakan pelembap wajah dan tabir surya dengan kandungan antioksidan.

“Kulit yang lembap membantu kerja enzim-enzim dan bahan aktif antioksidan sangat penting, sebab ia faktor yang bisa menghambat proses penuaan,” ujar dia.

Ia menjelaskan, produk perawatan kulit dengan kandungan antioksidan dapat menghambat enzim yang berperan memecah kolagen dan elastin, untuk menjaga elastisitas kulit.

Selain itu, ia menekankan kunci untuk melawan tanda penuaan kulit adalah pemakaian produk perawatan wajah anti-aging secara konsisten.

“Sebaiknya jangan bolong-bolong, karena produk perawatan kulit itu mengandung bahan aktif yang sebenarnya membantu menjaga kekenyalan kulit, menghindarkan radikal bebas, dan pembentukan dark spot,” tuturnya, seperti dikutip Antara. (lws)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HEALTH

“Stem Cell” Apel Diyakini Dapat Cegah Penuaan Dini pada Kulit

Published

on

Sel punca yang digunakan dalam produk Wardah berasal dari jenis apel yang dikembangkan khusus di laboratorium riset di Swiss.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Penggunaan stem cell atau sel punca dari apel dalam produk perawatan wajah diyakini dapat mencegah tanda-tanda penuaan dini pada kulit akibat radikal bebas.

“Stem cell-nya diformulasikan, kita masukkan dalam rangkaian anti-aging series, maka akan membantu terjadinya regenerasi kulit, juga membuat kulit terjaga dan ternutrisi,” ujar Husna Sanu Razanah dari Wardah Skin and Hair Care Brand Management, di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Husna mengatakan, sel punca yang digunakan dalam produk Wardah berasal dari jenis apel yang dikembangkan khusus di laboratorium riset di Swiss.

Sel punca apel yang dipatenkan dengan nama “Apple Phytocell” itu, menurut Husna, menjadi bahan antioksidan untuk perawatan kulit pengguna pada usia 25-30 tahun agar tetap lembab, elastis, dan mengurangi noda hitam.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis kulit dan kelamin Hafiza Fikri Fadel menyebut antioksidan yang kuat bisa menghambat proses penuaan akibat radikal bebas.

“Oleh karenanya, produk-produk anti-aging banyak meng-highlight produk antioksidan ini, sehingga menghambat enzim yang memecah kolagen, elastin, yang berperan dalam menjaga kulit tetap kenyal,” ujar Hafiza, seperti dikutip Antara. (dev)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending