Connect with us

HEALTH

Tangan dan Kaki Tiba-Tiba Dingin, Normalkah?

Published

on

Tangan atau kaki dingin bisa menjadi gejala kelenjar tiroid yang kurang aktif atau hipotiroidisme.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Tangan dan kaki tiba-tiba menjadi dingin padahal suhu udara tak begitu rendah mungkin pernah dialami sebagian orang, normalkah keadaan ini? 

“Tangan dan kaki dingin adalah keluhan umum. Tapi umumnya, ketika ini terjadi pada orang muda yang sehat, itu tidak perlu dikhawatirkan,” kata Natalie Evans, spesialis vaskular dari Klinik Cleveland, seperti dilansir Medical Daily, beberapa waktu lalu. 

Tetapi jika tangan atau kaki Anda berubah dingin meskipun hanya dalam suhu moderat, Anda mungkin mengalami sesuatu yang dikenal sebagai sindrom Raynaud. Walau tidak berbahaya, ada gejala yang bisa Anda temui seperti perubahan warna menjadi putih, biru, atau merah.

Sebaiknya segera berkonsultasi pada dokter jika mengalami gejala ini. Dokter bisa meresepkan beberapa bentuk perawatan jika Anda mengalami gejala yang menyusahkan seperti kulit mengeras atau luka (di ujung jari tangan atau kaki) yang tidak mudah sembuh.

Mereka yang memiliki Raynaud biasanya tidak menghadapi masalah selama bisa melindungi diri mereka sendiri dari dingin yaitu mengenakan sarung tangan dan kaos kaki. 

“Hal lain yang bisa terjadi adalah kejang. Anda memiliki pembuluh darah kecil di ujung jari dan jika mulai kejang, itu membuat darah sulit mencapai ekstremitas,” ujarMelisa Lai Becker, kepala bagian pengobatan darurat di Cambridge Health Alliance.

Dalam kasus lain, tangan atau kaki dingin bisa menjadi gejala kelenjar tiroid yang kurang aktif atau hipotiroidisme. Awasi terus level energi Anda karena kondisi ini biasanya ditandai dengan kelelahan yang konstan.

Jika Anda mencurigai ada masalah dengan fungsi tiroid” dokter akan dapat mendiagnosisnya dengan tes darah sederhana.

Dalam kasus dewasa yang lebih tua, kaki dingin mungkin merupakan tanda penyakit arteri perifer (PAD), suatu kondisi yang menyebabkan penyumbatan atau penyempitan arteri. Anda mungkin juga mengalami gejala lain seperti kram dan perubahan abnormal pada kuku Anda. 

Secara umum, Anda tak perlu khawatir jika ada bagian tubuh Anda yang dingin. Beberapa individu mungkin hanya rentan terhadap kondisi ini tanpa penyebab yang mendasarinya.

Jika Anda ingin meredakan gejala tanpa obat, cobalah bergerak lebih banyak untuk meningkatkan sirkulasi di tangan dan kaki Anda. 

Selain itu, kenakanlah lapisan pakaian ekstra terutama saat musim dingin, menggunakan bantalan pemanas atau sekedar merendam tangan atau kaki Anda di air hangat. Demikian, seperti dikutip Antara. (lws)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HEALTH

Benarkah Telur Bisa Naikkan Kolesterol?

Published

on

Telur meningkatkan kadar kolesterol HDL “baik”, yang dapat membantu melawan penumpukan lemak di pembuluh darah.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pakar nutrisi setuju bahwa protein dan vitamin dalam telur menjadikannya sebagai pilihan makanan yang sehat.

Seperti dilansir Time dikutip Rabu (12/12/2018) ahli diet Brigitte Zeitlin dan Ryan Maciel mengatakan telur juga kaya nutrisi termasuk biotin (yang membantu Anda mengubah makanan menjadi energi yang dapat digunakan).

BACA JUGA : Apa Itu Diet Telur?

Lalu, kolin (mikronutrien penting yang terlibat dalam metabolisme, di antara fungsi lainnya), vitamin A (penting untuk sistem kekebalan tubuh) dan lutein dan zeaxanthin (antioksidan yang membantu lindungi tubuh Anda dari radikal bebas.

Namun, apakah telur bisa meningkatkan kolesterol?

Penelitian terbaru menemukan bahwa orang yang makan sekitar satu butir telur per hari memiliki tingkat risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih rendah, karena telur meningkatkan kadar kolesterol HDL “baik”, yang dapat membantu melawan penumpukan lemak di pembuluh darah.

Penelitian lain, yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, juga menemukan bahwa makan satu butir telur sehari bukanlah masalah bagi orang yang berisiko lebih besar mengalami masalah jantung dan kolesterol.

Apa cara tersehat menyantap telur?

Memasak telur menjadi saran yang baik, karena bukan hanya mengurangi risiko keracunan makanan, tetapi juga membuat protein dalam telur lebih mudah dicerna dan meningkatkan bioavailabilitas biotin, kata Maciel.

“Selama Anda makan seluruh telur, Anda akan mendapatkan semua nutrisi yang ditawarkan telur,” kata Zeitlin.

Tentu saja ada cara untuk membuat telur lebih bergizi, seperti mengombinasikannya dengan sayuran. Omelet adalah cara yang bagus untuk memasukkan lebih banyak sayuran dalam makanan Anda sambil mendapatkan sumber protein yang kaya.

“Kombinasi protein dan serat akan menjaga rasa lapar untuk jangka waktu yang lebih lama,” tutur Zeitlin, seperti dikutip Antara. (lws)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HEALTH

Alasan Pasien Serangan Jantung Akut Harus Segera Ditangani dalam 12 Jam

Published

on

Serangan jantung disebabkan oleh mendadak hilangnya aliran darah ke pembuluh darah jantung.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Penyakit Jantung koroner (PJK) dinilai sebagai penyebab kematian terbesar di dunia, untuk itu, penanangan emergensi pada pasien serangan jantung akut sangat  penting guna mencegah kematian, terutama 12 jam setelah terjadinya serangan.

Dokter spesialis Jantung dan Pembuluh darah RS Jantung Diagram Siloam Hospitals Group, Dr. M. Barri Fahmi, SpJP.  mengatakan, serangan jantung dapat dikenali dari gejala yang khas. Menurutnya, ada tiga ciri khas gejala tersebut, yakni sifat rasa nyerinya seperti ditekan, ditindih atau rasa seperti dihantam benda tumpul. 

BACA JUGA : Studi : Tidur Delapan Jam Lebih Berisiko Kena Penyakit Jantung

“Bukan seperti ditusuk-tusuk atau disayat. Serta, durasi nyeri pun berlangsung selama 15 menit hingga 20 menit,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (9/12/2018).

Kedua, pencetusnya diantaranya adalah stress emosional atau kelelahan fisik. Namun, serangan jantung kerap tidak menunjukkan gejala khas pada beberapa orang, terutama pada perempuan, usia lanjut, dan penderita diabetes. Hal itu disebabkan adanya neuropati diabetik yang dapat merusak saraf mengatur kerja jantung. 

“Tak heran apabila serangan jantung pada penderita diabetes disebut dengan serangan silent,” lanjutnya.

Untuk lebih mengidentifikasi terjadinya serangan jantung, diperlukan pula hasil pola gambaran elektrokardiografi (EKG) yang jelas, hasil laboratorium seperti enzim jantung yang spesifik, serta pemeriksaan lain yang menunjang (ekokardiografi dan atau kateterisasi jantung).

Serangan jantung disebabkan oleh mendadak hilangnya aliran darah ke pembuluh darah jantung, dikenal juga dengan nama pembuluh darah koroner, karena terjadi mendadak dan menyebabkan kerusakan yang dahsyat pada otot jantung, 

“Maka diperlukan tindakan segera untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah koroner. Tindakan tersebut dikenal dengan nama Primary Percutaneous Coronary Intervention atau PPCI,” jelasnya.

Menurut Barri, PPCI adalah tindakan minimal invasif yang harus dilakukan segera dalam waktu kurang dari 12 jam sejak terjadinya serangan jantung. Tindakan ini dilakukan di ruang kateterisasi oleh dokter jantung konsultan intervensi dan didukung oleh tim perawat yang berpengalaman.

PPCI menggunakan bius lokal dan biasanya dilakukan melalui pembuluh darah di pergelangan tangan atau paha. Pasien sadar penuh selama prosedur dan bisa berkomunikasi dengan dokter setiap saat. Segera setelah ditemukan adanya sumbatan pada pembuluh darah koroner, dokter akan memasang stent atau ring.

“Durasi dari tindakan ini berkisar 1 jam hingga 2 jam, tergantung dari beratnya sumbatan yang ditemukan. Setelah dilakukan pemasangan stent atau ring, pasien akan dirawat di ruang Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) untuk pemantauan lebih lanjut. Jika tidak ada penyulit atau komplikasi biasanya pasien bisa pulang dalam waktu empat hingga lima hari,” ujar Barri.

Pada, Rabu (5/12/2018) lalu Rumah Sakit Jantung Diagram (Siloam Hospitals Group) Cinere, Depok. memperkenalkan tindakan Primary Percutaneous Coronary Intervention (PPCI) sebagai tindakan membuka sumbatan pada pembuluh darah koroner. 

Sementara Dr. Jeffrey Wirianta, SpJp, FIHA selaku Interventional Cardiologist mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi sebagai upaya untuk melayani pelayanan BPJS terhadap penyakit jantung di antaranya di komunitas, perkumpulan olahraga, hingga perkumpulan lansia. Demikian, seperti dikutip Antara. (sub)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HEALTH

Penderita Diabetes Rentan Alami Infeksi TB

Published

on

Penderita diabetes juga berisiko mengalami komplikasi lain seperti kebutaan (jika pembuluh darah saraf mata terganggu).

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Diabetes tak semata ditakuti karena penyakitnya, tetapi juga komplikasinya. Salah satu masalah yang bisa muncul akibat penyakit diabetes adalah infeksi TB. 

Dokter spesialis penyakit dalam dari RSCM. dr. Dicky Levenus Tahapary, SpPD, PhD mengatakan mereka yang menderita diabetes rentan terkena infeksi TB. 

BACA JUGA : Almond Bagus untuk Jantung Penderita Diabetes

“Respon kekebalan tubuhnya turun jadi mudah terkena tuberculosis. Di lain sisi tuberculosis memicu peradangan kronis dalam tubuh yang memicu gula darah naik. Jadi, seperti lingkaran setan,” kata dia dalam media briefing program “Cities Changing Diabetes” di Jakarta, Minggu (9/12/2018). 

Dicky mengatakan saat ini penderita diabetes perlu menjalani pemeriksaan ada tidanya TB dalam tubuhnya, lalu sebaliknya mereka yang terkena TB harus mendapatkan pemeriksaan apakah menderita diabetes atau tidak. 

“Sekarang pasien diabetes harus skrining ada TB nya atau tidak. Dan sebaliknya, orang yang terkena TB, ada diabetesnya atau tidak, karena keduanya saling terkait,” kata dia. 

Tak hanya TB, penderita diabetes juga berisiko mengalami komplikasi lain seperti kebutaan (jika pembuluh darah saraf mata terganggu), gangguan pada ginjal, merasa kebas sehingga tak menyadari adanya luka dan berakibat amputasi (jika saraf terkena) hingga stroke dan gangguan pada kaki. 

Selain kesadaran masyarakat untuk melakukan skrining rutin dan menjalani gaya hidup sehat, pemerintah daerah juga ikut andil dalam mencegah diabetes. 

Pemerintah provinsi DKI Jakarta misalnya, yang mencanangkan festival olahraga sepanjang tahun yang  mendorong setiap lingkungan terkecil di DKI baik setiap akhir pekan, masyarakat berkumpul melakukan olahraga. Harapannya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Demikian, seperti dikutip Antara. (lws)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending