Connect with us

DESTINASI

Tiga Rekomendasi Restoran Ramen Halal dan Ramah Muslim di Tokyo

Published

on

Ramen, adalah masakan mie kuah Jepang yang berasal dari China.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Di Jepang terdapat sejumlah restoran halal yang menyajikan makanan otentik Negeri Sakura sehingga para wisatawan muslim bisa menikmati kuliner setempat tanpa rasa khawatir.

Biasanya restoran halal di Jepang identik dengan restoran India, Turki atau Asia Tenggara. Namun kini ada sejumlah restoran makanan khas Jepang yang ramah muslim atau sudah memiliki sertifikasi halal.

Merangkum daftar kedai ramen ramah muslim atau yang punya sertifikasi halal di Jepang, tepatnya di kota Tokyo, sebagai pilihan untuk mengisi perut keroncongan saat melancong di Negeri Sakura.



Ayam-YA Okachimachi

Lokasi kedai ramen ini tak jauh dari jalan raya Ueno. Plang Ayam-YA menghiasi bagian depan dari restoran berhias sekat-sekat kayu. Kedai ramen Ayam-Ya sudah mendapatkan sertifikasi halal, jadi semua masakan yang disajikan sudah terjamin halal. Logo sertifikasi halal ditempel di pintu depan, sehingga pengunjung bisa melihatnya saat masuk.

Cara memesan makanan di Ayam-YA berbeda dari prosedur di Indonesia. Pengunjung hanya bisa memilih menu dan membayar melalui mesin voucher yang terlihat seperti mesin penjual minuman yang ada di tempat-tempat umum.

Di mesin itu tertera foto, nama menu dan ukuran porsi beserta harga. Anda hanya perlu memasukkan uang kertas di tempat yang sudah disediakan, kemudian memencet tombol di bawah menu yang diinginkan. Mesin akan mengeluarkan tiket menu serta uang kembalian, bila ada.

Memilih salah satu menu rekomendasi di restoran ini, yakni Spicy Tori Ramen Soyu seharga 890 yen (Rp114.500). Serahkan tiket itu kepada pramusaji yang akan menyajikan menu pilihan Anda.

Lantai satu dipakai sebagian besar untuk dapur, sementara kursi dan meja pengunjung berada di lantai dua. Meski sudah mulai larut, masih ada banyak pengunjung, termasuk turis Indonesia.

Suasana Jepang di restoran berpadu dengan kehangatan kampung halaman, pramusaji yang menyambut ANTARA pada November lalu adalah orang Indonesia sehingga komunikasi terasa lebih mudah. Sambil menyesap air mineral dingin yang tersedia secara cuma-cuma di tiap meja, terdengar obrolan dalam bahasa Indonesia dari meja lain.

Tak berapa lama, Spicy Tori Ramen Soyu akhirnya disajikan dalam mangkuk besar. Kuahnya berwarna kemerahan sebagai bukti dari jejak-jejak cabai. Irisan daging ayam yang lembut diletakkan sebagai topping, juga potongan tipis daun bawang yang jadi pelengkap.

Untuk lidah Indonesia, tingkat kepedasan Spicy Tori Ramen Soyu terbilang cukup. Tak terlalu pedas, tapi tidak hambar. Cocok untuk melepas rindu pada rasa makanan Indonesia setelah diserbu rasa manis yang dominan pada kuliner-kuliner Jepang.

Kuahnya lezat, selain itu teksur ramennya halus namun kenyal saat digigit. Ukuran ramennya serupa mi instan, hanya saja bentuk minya lurus, tak terlalu tipis atau tebal. Ada sensasi renyah berkat kehadiran potongan bawang bombay dan daun bawang.

Ramen Ichiran No Pork Shinjuku

Salah satu restoran ternama di Jepang ini tidak punya sertifikasi halal, tapi mereka punya cabang restoran yang ramah muslim karena tak menyediakan babi dan alkohol.

Cabang “no pork” ini berlokasi di 7 Chome-10-18 Nishishinjuku Shinjuku-ku Tokyo-to.

Penanda utama adalah plang serba hijau dengan tulisan “No Pork Ramen”. Perhatikan baik-baik papan nama restoran untuk memastikan Anda berada di tempat yang benar, sebab ada restoran Ichiran lain di dekat kawasan tersebut.

Ramen Ichiran sendiri sebenarnya terkenal karena memiliki kuah kaldu yang terbuat dari babi. Khusus untuk cabang “No Pork Ramen” di Shinjuku, kuahnya dibuat dari ayam dan bahan-bahan lain agar rasanya serupa dengan ramen tonkotsu (kuah babi).

Menu yang diinginkan bisa dipesan lewat mesin tiket di bagian depan restoran. Harga untuk ramen Ichiran “no pork” sedikit lebih mahal dibandingkan cabang lainnya. Menu standard di ramen Ichiran biasa bisa didapatkan dengan harga 980 yen, sementara harga ramen Ichiran “no pork” berada sedikit di atas 1000 yen.

Dibandingkan kedai Ramen Ichiran biasa yang antreannya mengular hingga harus menunggu belasan hingga puluhan menit pada jam-jam tertentu, kedai No Pork tergolong lebih sepi.

Sama seperti kedai lainnya, Ramen Ichiran bisa dinikmati pengunjung yang datang sendirian karena setiap kursi dihalangi sekat, serupa dengan bilik di kantor namun ukurannya lebih kecil.

Setelah mendapatkan tempat duduk, pengunjung akan diminta mengisi lembar pemesanan agar mi yang datang sesuai dengan selera.

Anda dapat memilih apakah ingin mendapat topping berupa rebusan daging sapi yang lembut dan gurih, tekstur mi yang diinginkan dan seberapa pekat kaldu, seberapa banyak bawang putih, daun bawang serta saus merah pedas yang ingin dimasukkan ke dalam mangkuk.

Tingkat kepedasan yang ditawarkan berkisar dari tanpa cabai, mild, medium, spicy level dua hingga sepuluh.

Lembar itu akan diambil oleh pelayan di balik tirai yang berhadapan dengan pengunjung. Tirai tersebut hanya dibuka ketika pramusaji mengambil lembar pesanan dan menyajikan mi. Sama sekali tidak ada kontak mata, sebab tirai itu menutupi wajah pramusaji dan tamu.

Di Jepang, makan sendirian bukan hal aneh. Itu sebabnya ada banyak restoran yang menyediakan tempat nyaman untuk tamu individu. Pengunjung bisa sepenuhnya berkonsentrasi pada ramen dengan konsep tempat makan seperti ini.

Mi disajikan dalam kotak makan segi empat, mirip dengan tempat bento. Saat tutupnya dibuka, asap langsung mengepul, memperlihatkan kuah kaldu dengan mi tipis, potongan daun bawang di satu sisi dan daging sapi di sisi lain. Saus pedas khas Ichiran diletakkan di bagian atas mi.

Kombinasi itu terdiri dari mi yang lezat, daging yang lembut serta kuah gurih namun pas di lidah yang dengan mudah bisa dihabiskan hingga ke tetes terakhir.

Saus merah level medium, setingkat lebih tinggi dari level mild yang direkomendasikan, namun ternyata rasanya tak seberapa pedas.

Bila masih lapar, Anda bisa memesan menu tambahan yang daftarnya tersedia di setiap bilik. Tak perlu repot-repot membayar di mesin tiket, menu tambahan bisa dibeli dengan uang tunai.

​​​​​​​Lanzhou Ramen Mazulu, Tokyo

Letaknya hanya tiga menit berjalan kaki dari stasiun Tokyo, ramen dengan citarasa China ini berada di antara gedung-gedung bertingkat menjulang di Tokyo, tepatnya di Grand Tokyo South Tower B1, 1-9-2 Marunouchi, Chiyoda-ku, Tokyo 100-6690.

Restoran ini terlihat mencolok, bagian depannya berwarna toska dan putih, tulisan “Mazulu Halal Beef Noodle” terpampang besar. Logo sertifikasi halal dari Nippon Asia Halal Certification juga tertera di situ.

Pemesanan langsung lewat pramusaji yang berjaga di bagian depan, tidak melalui mesin tiket. Ketika ANTARA berkunjung ke sana, hanya ada satu menu seharga 950 yen (Rp122.500).

Namun jenis mi bisa disesuaikan dengan selera, mulai dari mi serupa bihun hingga mirip kwetiau, juga tekstur lurus hingga keriting. Anda bisa memilih gambar yang sudah disediakan, meski tidak ada keterangan bahasa Inggris, pramusaji siap menjelaskan bila ada hal yang tidak dimengerti.

Dari sembilan pilihan mi, pramusaji merekomendasikan pilihan nomor dua, yakni mi keriting dengan ketebalan sedang.

Mi pilihan pengunjung langsung dibuat di dapur dengan kaca transparan, sehingga proses pembuatan bisa dilihat langsung. Para koki yang menggunakan peci dengan cekatan mengolah setiap adonan mi menjadi bentuk yang diinginkan pembeli. Proses pembuatan mi jadi hiburan tersendiri sembari menanti makanan disajikan.

​​​​​​​Ramen ala Mazulu punya cita rasa yang berbeda dari ramen-ramen di Jepang. Kuahnya tidak terlalu berkaldu, bumbunya ringan, menciptakan cita rasa sederhana namun segar dengan tambahan potongan daun seledri. Ramen ini dilengkapi topping irisan daging sapi yang lembut serta potongan daging berbentuk dadu dan lobak dalam setiap mangkuk.

Meski sudah secara khusus meminta ramen yang pedas, namun tambahan sambal yang diberikan sama sekali tidak terasa membakar mulut. Namun rasa yang tersaji dalam ramen sederhana itu sangat pas di lidah. Demikian, seperti dikutip Antara. (nan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DESTINASI

Mendagri : Wisatawan Bali Tetap Ramai, Tak Terpengaruh Isu Corona

Published

on

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memastikan wisatawan yang berkunjung ke Bali tetap ramai dan tak terpengaruh isu virus corona yang tengah melanda beberapa negara. Hal itu diungkapkannya usai menghadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan, Pencegahan Stunting dan Program Dana Desa di Sekretariat TNP2K, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).

“Saya sudah bertemu dengan Pak Gubernur (Bali), hari Minggu yang lalu saya ke sana, juga ada kegiatan olahraga bersama, saya tidak melihat ada (kondisi) sepi, (justru) ramai. Saya masuk ke Denpasar, Sanur, Kuta, ramai,” ungkap Mendagri.

Kendati hotel tempat menginap wisatawan asal Tiongkok terbilang sepi, namun Bali menjadi destinasi wisata pilihan bagi wisatawan mancanegara karena terbilang aman.



“Cuma informasi dari Pak Gubernur, yang biasanya hotel-hotel yang biasa ditempatkan oleh turis langganan dari Tiongkok, itu jadi sepi. Tapi ada efek positifnya, yaitu karena informasi di Thailand, di Jepang, Singapura, terpengaruh Corona, informasi dari Pak Gubernur (Bali) banyak yang tadinya wisatawan yang ingin ke Jepang, Thailand, Singapura, mengalihkan (destinasi wisatanya) ke Bali, karena Bali sampai saat ini tidak ada data terpengaruh Corona,” jelasnya.

Hingga saat ini Pemerintah Indonesia terus mengantisipasi adanya penyebaran virus Corona termasuk dengan mengambil langkah preventif melalui berbagai rapat koordinasi dengan stakeholder terkait. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Ganjar Tawarkan Borobudur Maraton Jadi Sister Tokyo Maraton

Published

on

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (Tengah) usai launching Borobudur Marathon Lounge FX Sudirman Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menawarkan event tahunan sportourisme Borobudur Maraton menjadi Sister Tokyo Maraton. Kedua agenda maraton tersebut memiliki beberapa kesamaan, sehingga sangat potensial untuk dipadukan layaknya sister city.

“Rancangan Sister Maraton sama halnya dengan sister city yang memadukan dua kota berbeda lokasi, dengan tujuan menjalin hubungan budaya dan sosial karena memiliki beberapa kemiripan.,” ujarnya.

Ganjar mengungkapkan, Borobudur Maraton yang kali pertama terselenggara tahun 1990 tersebut, memiliki beberapa kemiripan dengan Tokyo Maraton, terutama dalam pelaksanaan kegiatannya.



“Jadi acara itu tidak hanya melibatkan pelari, tapi juga masyarakat setempat. Ini adalah mimpi yang sedang kawan-kawan siapkan. Saya mendorong Borobudur Maraton dengan Tokyo Maraton sebagai sister Maraton,” kata Ganjar usai launching Borobudur Marathon Lounge FX Sudirman Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Tokyo Marathon, lanjutnya, merupakan salah satu event lari terbesar di dunia selain Berlin Maraton maupun Boston Maraton. Meski banyak event serupa di berbagai penjuru dunia, namun sampai saat ini belum satu pun yang menginisiasi keberadaan Sister Maraton. Untuk itu, pihaknya merealisasikan hal itu pada Maret mendatang, sehibgga penyelenggara Borobudur Maraton akan bertandang langsung ke Tokyo.

“Kalau Maret kita bisa ke Tokyo, mungkin sampai pelaksanaan Borobudur Maraton kita bisa melakukan improvement pada beberapa bagian. Mungkin pada cara pengelolaan masyarakat, potensi ekonomi. Juga belajar kurasi akomodasi, mengelola peserta, pendataan dan lainnya,” ujarnya.

Peluang terealisasi sister Maraton tersebut, menurut Ganjar sangat terbuka. Terlebih Jepang telah mengetahui dan menyatakan minatnya pada Borobudur Maraton. Meskipun mereka memberi beberapa catatan agar penyelenggara menyediakan ruang-ruang atau desai ala Jepang agar mereka betah.

“Jika (sister Maraton) OK, kita harapkan kelas Borobudur Maraton bisa mendekati Tokyo Maraton yang triliunan secara ekonomi. Secara partisipan bisa seluruh dunia,” katanya.

Untuk persiapan Borobudur Maraton 2020 ini, Ganjar mengatakan telah dimulai. Review pada penyelenggaraan tahun lalu juga telah dilakukan, baik dari segi infrastruktur, partisipasi masyarakat sampai minat pelari. Yang akan membedakan dengan penyelenggaraan sebelum-sebelumnya, pada Borobudur Maraton tahun ini akan ada gimmick-gimmick yang disiapkan untuk keluarga pelari.

“Agar peserta bisa datang dengan keluarganya. Dengan memperbanyak gimmick, ternyata bisa membuat peserta penasaran,” katanya.

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan Borobudur Maraton memang dikemas sangat unik dan menarik. Karena masyarakat serta seniman-seniman sekitar Borobudur turut teelibat.

” Jadi para peserta, sejak start sampai finish mendapat sambutan, suguhan sampai hiburan khas warga sekitar Borobudur,” ujarnya. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Atraksi Barongsai Yonarmed 11 Kostrad di Tempat Wisata Candi Borobudur Pukau Wisatawan

Published

on

Atraksi liong atau yang lebih dikenal Barongsai di masyarakat umum merupakan seni tradisional yang berasal dari negara Tiongkok.

Indonesiaraya.co.id, Magelang – Memperingati tahun baru imlek 2020, Danyonarmed 11 Kostrad Letkol Arm Asep Ridwan, S.H., M.Han menampilkan kesenian Barongsai yang dimiliki oleh Yonarmed 11 Kostrad di Tempat Wisata Candi Borobudur (TWCB) Magelang Jawa Tengah. Sabtu (25/1/2020).

Atraksi liong atau yang lebih dikenal Barongsai di masyarakat umum merupakan seni tradisional yang berasal dari negara Tiongkok.
Memadukan seni tari dan hewan mitologi berwujud Naga kelompok liong guntur naga geni Yonarmed 11 Kostrad mampu menarik perhatian seluruh pengunjung di Wisata Candi Borobudur.

Wisata Candi Borobudur ini merupakan wisata International dan pengunjungnya pun berasal dari seluruh wilayah Indonesia bahkan sampai di berbagai wilayah luar Indonesia.



Atraksi tersebut Dipimpin oleh Serma Dedi beserta 24 anggota Yonarmed 11 Kostrad, Dengan gerakan yang semangat di sertai rasa percaya diri dan pantang menyerah, mereka mampu menyuguhkan atraksi yang bagus dan menarik.

Di sela-sela kegiatan, Danyonarmed 11 Kostrad mengatakan, “Pada tahun baru imlek 2020 ini, kami keluarga besar Yonarmed 11 Kostrad turut serta dalam memeriahkan acara tahunan ini dengan menampilkan kesenian Barongsai yang bertujuan untuk menghibur seluruh masyarakat”.

“Kesenian Barongsai ini kami siapkan dari hari-hari sebelumnya yang akan di tampilkan dan membuat cetar membahana Wisata Candi Borobudur pada keramaian di acara tahun baru imlek 2020 ini,” pungkasnya.

Kegiatan ini merupakan kebijakan Panglima Divif 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.A.P., M.Si., M.Tr (Han) yang di sampaikan kepada Danmenarmed 1/PY/2 Kostrad Kolonel Arm Didik Harmono, S.E bahwa seluruh Prajurit Divif 2 Kostrad harus bisa dalam atraksi seni apapun, guna menjaga kekompakan prajurit dan bisa membuat seluruh masyarakat bahagia dengan apa yang kita miliki. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending