Connect with us

JAKARTA

Tim Hukum Prabowo-Sandi : Presiden Jokowi Telah Sahkan Anak Perusahaan BUMN Bagian dari BUMN

Published

on

Diskusi bersama media di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019).

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Tim Kuasa Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Iwan Satriawan menegaskan bahwa fakta pelanggaran Pasal 227 Huruf P jo 229 ayat (1) huruf G UU Pemilu No. 7 Tahun 2017 oleh Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin lantaran menjabat Ketua Dewan Pengawas di dua bank BUMN, yaitu Bank Mandiri Syariah (BSM) anak usaha PT Bank Mandiri dan Bank BNI Syariah, anak usaha PT Bank BNI 46 sangat terbukti.

Sebab lanjut Iwan, bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas PP Nomor 44 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara Pada Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas, yang menegaskan bahwa anak perusahaan BUMN adalah bagian dari BUMN.

“Ijinkan saya membacakan satu poin, bahwa Presiden Jokowi sudah pernah menerbitkan PP 72/2016 yang intinya menegaskan bahwa anak perusahaan bumn adalah bagian dari BUMN,” ungkap Iwan dalam diskusi bersama media di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019).



Tak hanya PP 72/2016 yang menegaskan bahwa anak perusahaan BUMN itu adalah bagian dari BUMN, tetapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) no 21 Tahun 2017, putusan MK no 48 tahun 2013, peraturan BUMN no 3 tahun 2013, UU keuangan negara, UU perbendaharaan negara, dan UU Antikorupsi, itu kalau disimpulkan bahwa anak perusahaan BUMN adalah BUMN, dan pejabat di anak perusahaan BUMN adalah mewakili representasi dari BUMN, bukan sekadar konsultan.

“Bahkan putusan MA Nomor 21 P/HUM/Tahun 2017 hasil dari judicial review juga menyatakan bahwa anak perusahaan BUMN itu disebut juga sebagai BUMN. Dalam putusan MA hal itu sudah sangat clear. Untuk lengkapnya putusan MA itu tercantum di hal 41 dari 43 halaman dari putusan Nomor 21 P/HUM/2017 itu,” papar Iwan.

Lebih lanjut, Iwan juga menjelaskan bahwa pihaknya lebih mengedepankan aspek konstitusionalitas pelaksanaan pilpres ketimbang hanya sekedar pembuktian form C1 dan C1 Plano serta angka-angka dalam perolehan suara saja.

“Kita ingin keluar dari paradigma yang dua itu. Kita ingin masuk ke paradigma yang kita uji adalah aspek konstitusionalitas pelaksanaan pilpres, bahwa menurut Prof Jimly yang dimaksud dengan sengketa hasil perolehan suara itu adalah yang pertama angka-angka perolehan suara dan faktor-faktor yang mempengarhui keluarnya angka itu,” paparnya.

Iwan memaparkan, jika mengutip pendapat Prof Jimly tersebut maka sama pendekatannya dengan apa yang di sampaikan pihaknya, bahwa sebenarnya yang diuji bukan hanya sekedar angka-angka saja tapi juga darimana angka itu muncul dan faktor apa yang mempengaruhi angka itu muncul. “Dan itu adalah yang kita maksud dari paradigma yang diuji yaitu apakah pelaksanaan pilpres itu sudah diberlakukan sesuai prinsip luber dan jurdil sesuai pasal 22e ayat 1 Undang-undang dasar 1945,” paparnya.

“Jadi yang kita lakukan adalah mengedukasi masyakrakat. kalau paradigma ini yang dipakai, maka kita akan memenangkan peradilan di mahkamah konstitusi,” tandas Iwan menegaskan. (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

JAKARTA

Catut Nama Menlu untuk Tipu Korban, Bareskrim Tangkap 4 Napi

Published

on

Bareskrim Polri menangkap 4 pelaku narapidana (Napi) yang melakukan penipuan di belasan negara. (Foto : Instagram @divisihumaspolri)

Indonesiaraya.co/id, Jakarta – Subdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap 4 pelaku narapidana (Napi) yang melakukan penipuan di belasan negara. Para napi ini menggunakan modus dengan mengaku sebagai Menteri Luar Negari (Menlu) Retno Marsudi.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi mengatakan pelaku menipu korban dengan menggunakan identitas Menlu Retno. Tersangka juga mengaku sebagai Duta Besar, konsulat jenderal, dan anggota DPR.

“Kami tambahkan modus operandinya adalah pura-pura melakukan jual beli kurma, berpura-pura menjadi keluarga dari salah satu pejabat yang membutuhkan uang, kemudian juga terkait dana pemulangan dan administrasi untuk ke Indonesia,” kata Brigjen Pol Slamet Uliandi, Senin (10/8/2020).



Adapun keempat tersangka yaitu berinisial DA (32), K (37), JS (41), dan D (30). Slamet mengatakan dalam aksinya, para tersangkamendapatkan nomor korban yang berada di 17 negara dari media sosial secara acak.

“Bagaimana mendapatkan data mereka melalui internet dan mem-profiling setiap orang-orang yang ada di internet, baik melalui Facebook, Instagram, atau platfotm saat ini,” ungkap Slamet.

Keempat pelaku mengerjakan aksinya tanpa bantuan pihak manapun di dalam Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Kuningan, Jawa Barat. Slamet mengatakan Bareskrim masih mendalami kemungkinan adanya korban lain.

Korban dari aksi penipuan ini berada antara lain di Korea Selatan, Brunei Darusalam, Amerika Serikat, Kanada, Arab Saudi, dan Malaysia. Korban juga ada yang berada di Sudan, Belanda, Rusia, Jepang, Korea Utara, Meksiko, Spanyol, dan Belgia. (pol)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

65 Kasus Kecelakaan Terjadi, Selama Operasi Patuh Jaya 2020

Published

on

Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 65 kasus kecelakaan terjadi selama Operasi Patuh Jaya 2020. (Foto : humas.polri.go.id)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Dirlantas Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 65 kasus kecelakaan terjadi selama Operasi Patuh Jaya 2020. Dari total peristiwa laka lantas itu, empat orang meninggal dunia.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar menyebut Jakarta Timur menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas tertinggi dengan 22 kasus. Tercatat satu orang meninggal dunia dan lima lainnya luka berat.

“Kalau ditotal secara keseluruhan ada 65 insiden kecelakaan di wilayah hukum Polda Metro Jaya selama 14 hari terakhir,” ujar AKBP Fahri saat dikonfirmasi, Kamis (6/8/2020).



Lebih lanjut Fahri menjelaskan, korban luka berat akibat kecelakaan selama Operasi Patuh Jaya 2020 mencapai 13 orang dan luka ringan 53 orang. Sementara kerugian materi ditaksir mencapai Rp37.300.000.

“Semuanya sudah ditangani oleh Unit Laka Lantas masing-masing wilayah,” tandasnya.

Karenanya, Fahri berharap usai operasi ini masyarakat bisa lebih disiplin dalam berkendara. Operasi Patuh Jaya 2020 sendiri sudah berakhir sejak 5 Agustus 2020. (pol)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

Meresahkan, 14 Begal dan Geng Motor Diringkus Polisi di Cengkareng

Published

on

Kapolsek Cengkareng meringkus pelaku begal yang merangkap sebagai geng motor. (Foto : humas.polri.go.id)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Anggota Polsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat meringkus 14 pelaku begal yang merangkap sebagai geng motor bernama Make Muke (Maju Kena Mundur Kena) di jalan Kapuk Raya Kel. Cengkareng, Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat, hari ini Rabu (05/08/2020).

Kapolsek Cengkareng, Kompol H Khoiri menerangkan, awalnya empat pelaku bernama IW, DI, JI dan FI serta belasan temannya berkumpul sambil meminum-minuman keras.

Setelah itu, para pelaku berkeliling mencari musuh untuk diajak tawuran. Musuh yang dipilihnya pun secara random siapa saja yang ditemui akan diserang.



Namun, saat berkeliling kelompok pelaku menemukan seorang korban bernama Fajar mengendarai sepeda motor Yamaha Mio dihadang oleh empat orang pelaku.

“Keempat orang ini memaksa korban untuk serahkan sepeda motornya dengan ancam menggunakan senjata tajam,” ujar Khoiri, di Jakarta.

Selanjutnya, ketika sepeda motor mau dibawa oleh pelaku, korban berteriak ‘begal’ dan pelaku yang panik turun dari sepeda motornya. Kemudian, para pelaku melakukan penyerangan kepada kelompok tawuran di sana.

Kelompok korban yang tidak mempunyai persiapan dan kalah jumlah akhirnya kocar-kacir. Tapi korban bernama Fajar sempat terkena bacokan oleh pelaku hingga menjalani perawatan medis.

“Jadi kelompok ini memang meresahkan. Mereka bentuk geng motor bernama Make Muke ini sudah dua bulan. Bahkan, kelompok ini mau buat cabang geng motor dengan nama Make Muke 410 dan 411,” tegas dia. (pol)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017