Connect with us

DESTINASI

Tips Memilih Destinasi Liburan Bersama Anak

Published

on

Berlibur bersama anak memiliki sederet manfaat, salah satunya meningkatkan kualitas hubungan antara anak dan orang tua.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kala memilih destinasi liburan bersama anak, apa kriteria yang harus Anda pertimbangkan?

Psikolog keluarga dan pernikahan dari Rumah Dandelion, Nadya Pramesrani, M.Psi. menyarankan lokasi yang memungkinkan anak bermain dan mengeksplorasi lingkungannya.

“Pilih kegiatan yang melibatkan interaksi bermain dan eksplorasi lingkungan bagi semua anggota keluarga, karena dapat menstimulasi perkembangan otak anak,” kata dia di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Menurut Nadya, sebaiknya pilih kegiatan di luar ruangan dan berada di alam karena bisa meningkatkan kemampuan konsentrasi anak.

Dia mengatakan, data survei menunjukkan, angka diagnosa konsentrasi anak di kota kurang karena anak terlalu banyak berada di dalam ruangan.

“Selain itu, kegiatan di luar ruangan juga membuat kemampuan fisik dan daya tahan tubuh anak meningkat,” tutur Nadya.

Berlibur bersama anak memiliki sederet manfaat, salah satunya meningkatkan kualitas hubungan antara anak dan orang tua.

Hasil survei Lonely Planets pada 2018 memperlihatkan bahwa orang tua biasanya mengajak keluarganya berlibur 2-3 kali dalam setahun. Hal ini bahkan menjadi tren dalam lima tahun terakhir.

Alasannya adalah keinginan memberikan pengalaman liburan yang sama seperti yang mereka alami saat masih anak-anak. Demikian, seperit dikutip Antara. (lws)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DESTINASI

Lima Jalanan yang Sedang Trendi di Korea Selatan

Published

on

Jalan Mangnidan-gil dapat diakses dari stasiun Mangwon (jalur 6, pintu keluar 2).

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Bagi sebagian wisatawan Indonesia, foto-foto keren saat liburan jadi hal wajib yang nantinya akan dipamerkan di media sosial masing-masing.

Jika Anda berniat ke Korea Selatan, ada beberapa jalanan yang sedang trendi dan jadi tempat menarik untuk diabadikan dalam foto atau video.

Berikut rangkumannya dari Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta.

1. Jalan Mangnidan-gil

Terletak di Mangwon, Mapo-gu, Seoul, jalan ini dibuka pada 2015. Jalan ini dipenuhi deretan kafe-kafe kecil, restoran, dan toko-toko.

Salah satu daya tarik utama jalan trendi ini adalah lokasi yang dekat dengan pasar Mangwon. Pasar ini tidak hanya menjual bahan makanan khas dan barang-barang rumah tangga untuk kehidupan sehari-hari, tetapi juga memiliki banyak jajanan pasar patut dicoba.

Jalan Mangnidan-gil dapat diakses dari stasiun Mangwon (jalur 6, pintu keluar 2). Jika berjalan-jalan ke daerah ini, jangan lupa mencoba makanan jalannya seperti kroket, kimbab cumi goreng dan ayam goreng ala Korea yang terkenal lezat.

2. Jalan Songnidan-gil

Di tengah-tengah kantor dan rumah-rumah pribadi yang memenuhi daerah ini, jalan Songnidan-gil terlihat mencolok dengan barisan kafe dan restoran kecilnya.

Restoran-restoran populer di sepanjang jalan Songnidan-gil meliputi restoran Mija, Gabaedo, Peach Grey, dan banyak lagi. Jalan ini bisa didatangi sebelum atau setelah mengunjungi Taman Naru Songpa.

Mau ke Songnidan-gil? Ambil jalur 9 dan turun di stasiun Songpanaru (pintu keluar 1).

3. Jalan Haengnidan-gil

Suwon, yang hanya berjarak satu jam dari ibu kota Seoul, adalah kota bersejarah yang memiliki benteng Hwaseong dan istana Haenggung. Di Suwon, jalan Haengnidan-gil ini jadi alternatif tempat yang patut dikunjungi.

Pada pandangan pertama, jalan kecil di sebelah benteng Suwon ini bisa jadi terlihat membosankan, tetapi sebenarnya ada daya tarik di dalamnya.

Di jalan Haengnidan-gil, ada sekitar 90 toko dengan gaya berbeda dan unik, mulai dari kafe modern dan pub eksotis hingga studio tembikar dan galeri fotografi.

Selain dengan berjalan kaki, Anda juga dapat menyusuri jalan dengan naik sepeda atau becak.

4. Jalan Hwangnidan-gil

Jalan Hwangnidan-gil di Gyeongju adalah satu lagi bintang yang sedang naik daun di kota yang dipenuhi dengan tempat-tempat bersejarah ini.

Sama seperti perjalanan ke kuil Bulguksa yang tidak akan lengkap tanpa mampir ke Seokguram Grotto, perjalanan ke Kompleks Makam Kuno Daereungwon juga harus mencakup kunjungan ke Jalan Hwangnidan-gil.

Jalan ini menggabungkan pesona tradisional Korea dengan gaya modern kafe-kafe yang menghadap ke desa tradisional hanok, restoran yang menyajikan berbagai hidangan, dan toko-toko yang menjual hanbok bergaya modern.

Area ini belakangan terpilih sebagai salah satu dari 100 Objek Wisata yang Harus Dikunjungi versi KTO pada tahun 2019-2020.

Jika memungkinkan, berkunjunglah pada Sabtu atau Minggu agar bisa berkunjung ke pasar akhir pekan, Gyeongju Bonghwang Jangte.

Di sini, pengunjung dapat menikmati pertunjukan musik, food truck, dan membeli kerajinan tangan khas.

5. Jalan Haeridan-gil

Jika Anda mencari objek wisata terpopuler di Busan, jalan Haeridan-gil dekat Pantai Haeundae adalah jawabannya.

Hingga enam tahun lalu, daerah ini adalah desa di sebelah jalur kereta api aktif sehingga banyak dijauhi karena suasana yang bising.

Setelah jalur kereta yang melewati jalan ini berhenti beroperasi, jalan ini menjadi populer karena banyak kafe, restoran dan toko dibuka.

Setiap toko di sini terlihat unik karena “disulap” dari bangunan tempat tinggal warga. Bangunan-bangunan tersebut kemudian dicat warna-warni yang menarik untuk diabadikan di unggahan Instagram. Demikian, seperti dikutip Antara. (nan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Alif Stone Park, Pesona Pantai Berbatu di Natuna

Published

on

Alif Stone Park dirancang untuk menyatu dengan pantai, bahkan salah satu kamar dibangun menyatu dengan bebatuan besar sehingga terkesan alami.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Berkunjung ke salah satu kepulauan terluar di Indonesia, tidak lengkap jika tidak menikmati keindahan pantainya.

Berburu destinasi wisata di Natuna, Alif Stone Park menjadi salah satu rekomendasi pilihan para pelancong karena letaknya tidak jauh dari pusat kota Ranai. Wisatawan hanya perlu berkendara dengan mobil, di sana tidak ada bus umum atau taksi, sekitar 20 menit menuju Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Jika tidak cermat, wisatawan mungkin akan melewati begitu saja papan penunjuk bertulisan “Alif Stone Park”, dari luar, petunjuk nama tersebut terkesan seperti penginapan biasa di tepi pantai.

Begitu memasuki kompleks taman batu tersebut, keindahannya mulai terasa, pengunjung disambut pemandangan ke pantai yang dihiasi bebatuan granit berukuran besar.

Kompleks wisata berkonsep taman batu di pantai itu sebenarnya menawarkan paket lengkap, menginap sambil menikmati keindahan perairan Natuna yang mengarah ke Laut China Selatan, atau kini Laut Natuna Utara.

Tapi, jika pengunjung tidak ingin menginap, mereka bisa masuk ke taman wisata ini dengan memberi donasi sekitar Rp5.000. Taman batu ini dikelola oleh pasangan Ferdizeano dan Rina Sudargo sejak beberapa tahun belakangan.

Alif Stone Park bermula dari sang ayah yang membeli sejumlah lahan di kawasan tersebut pada 2006, lalu empat tahun belakangan mereka menambahkan penginapan alias homestay yang kini total memiliki enam kamar.

Masuk ke kawasan Alif Stone Park sedikit mengingatkan pada serial televisi anak-anak 90an, Flinstone, yang berasal dari zaman batu. Jika menuju tempat liburan biasanya disodori bangunan penginapan yang unik di tepi pantai, untuk masuk ke penginapan maupun pantai Alif Stone Park, pengunjung harus melewati gang kecil yang hanya muat satu orang, diantara bebatuan besar.

Jalan sempit itu menunjukkan arah ke homestay dan ke pantai. Untuk menuju pantai, pengunjung akan melewati homestay.

Sambil melewati jembatan kecil yang dibangun untuk menyambungkan bebatuan, pengunjung dimanjakan sinar matahari sekaligus pemandangan ke laut lepas yang dihiasi bebatuan besar.

Bahkan untuk menuju beberapa tempat, pengunjung harus mau berbasah-basah menyeberangi perairan dangkal untuk dapat melihat bebatuan lainnya, termasuk untuk menuju batu yang berdiri tegak menyerupai huruf hijaiyah Alif, yang menjadi inspirasi nama taman batu tersebut.

Jika tidak ingin berpetualang di antara bebatuan, pengunjung bisa menikmati suara ombak laut dengan duduk-duduk di tempat duduk yang dipasang di batu terbesar, atau, tentu saja berfoto-foto dengan latar Laut Natuna Utara.

Alif Stone Park ini sesuai untuk para wisatawan yang ingin menikmati laut, namun tidak ingin tempat yang terlalu ramai.

Rina Sudargo mengakui memang wisatawan yang secara khusus datang ke tempat mereka untuk berlibur tidak terlalu banyak, kebanyakan pengunjung dalam perjalanan bisnis yang ingin sekaligus berjalan-jalan.

“Biasanya, yang ke sini sedang dinas sekalian liburan,” kata dia.

Kamar penginapan Alif Stone Park dirancang untuk menyatu dengan pantai, bahkan salah satu kamar dibangun menyatu dengan bebatuan besar sehingga terkesan alami.

Kamar-kamar tersebut dibangun di rumah panggung, dibangun di atas pasir pantai sehingga terkesan seperti terapung dalam kolam besar jika air pasang.

Untuk menginap di Alif Stone Park, pengunjung perlu merogoh kocek hingga Rp750.000 per malam.

Baru-baru ini, Alif Stone Park menambah fasilitas Wi-Fi di penginapan mereka. Meski pun terdengar sepele bagi wisatawan asal kota besar, Rina mengaku kondisi ini baru terjadi beberapa bulan belakangan. Pertengahan 2018, menurut dia bahkan sinyal internet belum masuk ke sana.

Kabupaten Natuna bisa ditempuh sekitar 1 jam 10 menit dengan pesawat dari Batam atau sekirar 30 jam dengan kapal dari ibukota Tanjung Pinang. Demikian, seperti dikutip Antara. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Sejumlah Langkah Diusulkan untuk Kembangkan Wisata Golf

Published

on

Sejumlah langkah nyata diusulkan untuk mengembangkan dan mewujudkan Indonesia sebagai destinasi wisata golf kelas dunia.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Sejumlah langkah nyata diusulkan untuk mengembangkan dan mewujudkan Indonesia sebagai destinasi wisata golf kelas dunia.

Kepala Bidang Pengembangan Area III Regional I Florida Pardosi saat SPH Golf Travel Fair 2019 di Takashimaya Shopping Center, Singapura, Minggu (25/3/2019), mengatakan golf adalah bagian dari wisata olahraga yang cukup efektif menarik wisman dengan tingkat pertumbuhannya yang sangat signifikan.

“Nantinya, Indonesia akan dikembangkan menjadi destinasi golf yang sejati, sekaligus menjadi kompetitor utama Thailand dalam bisnis ini. Untuk itu kami hadir mempromosikan golf Indonesia dalam ajang Singapore Press Holdings (SPH) Golf Travel Fair 2019, agar pegolf Asia datang menjajal golf di Indonesia,” katanya.

Saat ini negara-negara di kawasan Asia berlomba mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) lewat wisata golf ke negaranya. Termasuk Indonesia yang juga ingin mengambil pasar yang saat ini didominasi Thailand sebagai kompetitor utamanya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu pelaku usaha di bidang golf Indonesia, Merry Kwan, mengusulkan beberapa langkah strategis yang efektif untuk menawarkan wisata golf kepada wisatawan.

“Yang pertama adalah penyelenggaraan turnamen internasional di Indonesia. Di tengah isu politik dan bencana, turnamen golf internasional bisa menjadi awareness para pegolf asing untuk datang. Hal itu jadi salah satu kebanggaan pegolf untuk menjajal lapangan yang dijadikan turnamen internasional itu. Dan turnamen internasional itu minimum return media valuenya 20 kali lipat dari nilai investasinya, ” katanya.

Kedua, lanjut Merry, mengadakan pameran wisata khusus golf di Indonesia. Hal itu bisa membuat pegolf untuk menjajal lapangan berkelas internasional di Indonesia yang tidak kalah dengan negara lain.

Hal itu juga sudah dilakukan Indonesia melalui Kemenpar beberapa tahun belakangan ini melalui Sales Mission dan mengikuti travel mart di originasi pegolf di Asia.

“Di negara lain Anda mungkin bisa menemukan lapangan golf yang lebih baik, dan infrastruktur yang lebih mumpuni, namun tak ada yang bisa menandingi keramahan masyarakat Indonesia,” kata Merry.

Di Indonesia paket wisata golf juga lebih murah dengan cuaca yang lebih bersahabat karena hanya ada dua musim. Rate harga saat weekdays untuk sekali bermain golf berkisar Rp500 ribu – Rp1 juta dan saat weekend di bawah Rp2 juta.

“Itu sekali bermain sudah termasuk layanan caddie dan golf car. Kalo di luar negeri belum termasuk itu semua,” katanya.

Bonus lainnya, para pegolf merasakan keramahan dalam berbagai aspek, misalnya para caddie yang layanannya sangat bersahabat, ramah, selalu membantu, serta memahami olahraga ini. Demikian, seperti dikutip Antara . (han)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending