Connect with us

DESTINASI

Tips Memilih Koper untuk Bepergian

Published

on

Dalam memilih koper, pastinya kita punya cara tersendiri untuk menentukan pilihan, seperti dari segi warna, bobot koper, fitur, dan lain sebagainya.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Koper menjadi barang penting bagi seseorang yang akan melakukan perjalanan (traveling). Memilih koper yang tepat akan membuat perjalanan lebih praktis dan menyenangkan, namun sebaliknya jika salah justru menjadi bencana.

Manajer pemasaran Samsonite Indonesia Yuliantina Widjaja membagikan sejumlah tip memilih koper yang tepat untuk bepergian. Berikut ini empat di antaranya :

1. Ukuran

Hal yang pertama kali yang harus dipertimbangkan dalam memilih koper adalah ukuran koper yang sesuai dengan keperluan perjalanan.

“Untuk perjalanan singkat biasanya koper berukuran kabin ataupun medium dapat mencukupi kebutuhan, namun untuk traveling dalam waktu yang cukup panjang, ukuran koper large dapat menjadi pilihan para pengguna,” kata Yuliantina saat dihubungi di Jakarta pada Kamis (29/8/2019).

2. Ergonomis

Pilihlah koper yang ergonomis untuk meningkatkan kenyamanan saat bepergian.

“Beberapa hal penting yang harus diperhatikan seperti fleksibilitas roda koper, roda yang tidak berisik ketika didorong dan bobot koper yang ringan akan sangat memudahkan pengguna,” kata Yuliantina.

3. Kokoh

Dalam memilih koper, pastinya kita punya cara tersendiri untuk menentukan pilihan, seperti dari segi warna, bobot koper, fitur, dan lain sebagainya. Namun yang juga penting diperhatikan sebelum memilih sesuai keinginan kita adalah, melihat kekokohan dan ketahanan koper itu sendiri.

“Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan bagi pengguna selama traveling, seperti roda atau kunci yang patah, serta casing koper yang hancur karena benturan,” katanya.

4. Smart-features

Investasi melalui fitur-fitur pintar pada koper alias “smart features” akan menambah kenyamanan dalam penggunaannya. Beberapa fitur pintar yang dapat ditemukan pada koper seperti USB port yang dapat digunakan untuk mengisi daya pada gawai hanya dengan menyambungkan powerbank, Bluetooth Tracker yang dapat menambahkan rasa aman pada pengguna karena dapat mendeteksi keberadaan koper pada jarak tertentu.

“Samsonite baru saja merilis koleksi koper terbaru yakni Tri-Tech yang dilengkapi dengan sistem roda suspensi Aero-Trac TM yang menghasilkan perjalanan mulus, yang secara efektif meminimalkan getaran dan suara putaran roda. Koper ini juga menggabungkan fitur cerdas yang ramah pengguna – kunci Click-Pop TM sehingga koper dapat dibuka dengan mulus dan dengan suara pop,” kata Yuliantina, seperti dikutip Antara. (lws)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DESTINASI

Menpar : Wacana Penutupan Taman Nasional Komodo Buat Wisatawan Bingung

Published

on

Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut wacana penutupan Taman Nasional Komodo (TNK) yang sempat mengemuka pada tahun lalu telah membuat wisatawan bingung dan berdampak buruk bagi sektor pariwisata.

Arief dalam sosialisasi manajemen krisis kepariwisataan di Jakarta, Senin (9/9/2019), mengatakan karena wacana penutupan TNK itu, agen perjalanan tidak berani menjual paket perjalanan kapal pesiar (cruise) ke destinasi tersebut.

“Ini (penutupan TNK) ramai, orang mau cruising dilarang ke sana, padahal mereka beli paket setahun sebelumnya. Kalau dibilang mau ditutup, mau enggak ditutup, lalu mau ditutup lagi, customer bingung. Padahal sekali masuk cruise bisa ribuan (wisman),” katanya.

Arief pun menyesalkan ramainya pemberitaan soal wacana penutupan TNK. Ia menilai wacana mengenai hal tersebut seharusnya tidak diungkapkan dalam ruang terbuka, terlebih dilakukan oleh pejabat publik.

“Ini bukan bencana tapi dampaknya lumayan besar,” imbuhnya.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti menjelaskan dalam masalah tersebut, hal utama yang disorot adalah kepastian dibuka atau ditutupnya kawasan TNK.

Meski di sisi lain, industri pun memahami alasan ditutupnya TNK demi pelestarian komodo.

“Kalau tidak ada kepastian, industri ini bingung, ini mau membawa orang ke sana tutup atau tidak? Akibatnya goyah industri ini karena isunya tidak pasti,” katanya.

Guntur menambahkan, ekosistem di industri pariwisata haruslah tenang, tidak gaduh.

“Buat kami yang penting kepastian karena kalau tidak pasti industri resah, karena komodo menjadi daya tarik wisata tapi komodo juga perlu dilestarikan baik alam, hewan, dua-duanya kebijakannya bagus tapi kami butuh kepastian,” katanya.

Meski tidak ada data rinci mengenai penurunan jumlah wisatawan, secara nasional sepanjang 2017 penurunan wisatawan mencapai sekitar satu juta kunjungan, pada 2018 turun hingga 1,2 juta kunjungan dan pada 2019 diperkirakan penurunan mencapai dua juta kunjungan. Demikian, seperti dikutip Antara. (aij)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Menpar Optimistis Devisa Pariwisata 2019 Capai 20 Miliar Dolar

Published

on

Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Pariwisata Arief Yahya optimistis penerimaan devisa dari sektor pariwisata pada 2019 akan memenuhi target 20 miliar dolar AS.

“Tercapainya sekarang itu sudah 19,29 miliar dolar AS, itu 2018. Jadi kemungkinan besar 2019 akan tercapai 20 miliar dolar AS,” katanya di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Meski penuh percaya diri, Arief mengaku pariwisata Indonesia belum sepenuhnya pulih sejak rentetan bencana alam yang terjadi 2017 lalu, yakni mulai dari meletusnya Gunung Agung hingga bencana gempa di Lombok, Palu serta tsunami di Selat Sunda.

Dalam catatan Kemenpar, rangkaian bencana yang terjadi yakni meletusnya Gunung Agung pada September 2017 yang baru mulai pulih awal 2018. Kemudian pada Mei 2018 peristiwa bom mengguncang Surabaya, disusul gempa di Rinjani dan Lombok pada Juli dan Agustus 2018.

Pada September 2018, Palu juga ikut diguncang gempa dan tsunami. Kemudian pada Oktober 2018, jatuhnya pesawat Lion Air membuat pariwisata kembali terdampak.

Pada November 2018, polemik soal penutupan Taman Nasional Komodo ikut mempengaruhi sektor pariwisata. Lalu di penghujung 2018, tsunami menyapu Selat Sunda.

“Ekornya sampai sekarang. Sampai sekarang belum ‘recover’ (pulih). Lombok juga bahkan belum ‘recover’. Harga tiket pesawat yang mahal harusnya bencana juga. Jadi memang tidak kecil dampaknya,” ujarnya.

Tidak main-main, dampak bencana terhadap sektor pariwisata yakni turunnya kunjungan wisatawan hingga 1 juta kunjungan pada 2017, dan hingga 1,2 juta kunjungan pada 2018.

Pada 2019 diperkirakan penurunan kunjungan wisatawan mencapai 2 juta kunjungan.

“Dengan penurunan wisman ini, kita kira-kira kita kehilangan 2 miliar dolar AS (devisa),” tambah Arief. (aij)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Arief Yahya Sebut Produk Spa dan Kesehatan Bisa Dongkrak Pariwisata

Published

on

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta– Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengharapkan pariwisata kesehatan Indonesia dapat terus meningkat agar dapat lebih menarik minat wisatawan mancanegara.

“Berdasarkan jumlah usaha spa dan berdasarkan jumlah wellness tourism masih berada di urutan 17. Hal ini sangat disayangkan mengingat Indonesia sebenamya memiliki kualitas produk spa dan wellness tourism yang sangat baik dan kompetitif dan bisa dikatakan terbaik di dunia,” ujar Arief Yahya di sela acara malam anugerah “SPA & Wellness Tourism Award dan Pemilihan Duta Pariwisata SPA Indonesia 2019 tingkat Nasional” di Jakarta, Senin (9/9/2019)

Ia menambahkan sebagai upaya untuk meningkatkan posisi Indonesia dalam pariwisata kesehatan dunia Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berupaya melakukan peningkatan sumber daya manusia (SDM), antara lain dengan melakukan sertifikasi kompetensi di bidang spa.

“Pada 2018-2019 ini, sebanyak 11.000 orang memiliki sertifikasi kompetensi di bidang Spa,” kata Arief Yahya.

Dalam kesempatan itu, Arif Yahya juga mengatakan spa merupakan bagian dari industri yang mendukung pariwisata dan ekonomi nasional. Saat ini pariwisata merupakan sektor unggulan dalam menghasilkan devisa kepada negara.

“Tahun ini pariwisata menjadi penghasil devisa terbesar mencapai 20 miliar dolar AS, berada di urutan pertama menggantikan posisi migas dan minyak kelapa sawit (CPO),” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pariwisata Spa Indonesia (YPSI) Annie Savitri mengatakan Indonesia memiliki potensi SDM yang luar biasa di sektor pariwisata. Terlebih pemerintah tengah mendorong pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan Tanah Air.

“Daya saing industri pariwisata ditentukan oleh kualitas industri dan kualitas SDM yang didasarkan pada standar usaha pariwisata dan SDM pariwisata melalui kualifikasi okupansi nasional, spa ini masuk dalam 13 bidang industri pariwisata,” katanya.

Standar usahanya, lanjut dia, juga diatur sesuai dengan Permenparekraf Nomor 24 Tahun 2014 di mana produk spa memiliki delapan standar pengelolaan spa di dalamnya.

Penyelenggaraan spa & Wellness Tourism Award 2019 Indonesia mengangkat tema “Heritage Spa Indonesia” dengan misi memperkenalkan, membudidayakan, dan menjadikan spa Indonesia terbaik di kancah internasional. Demikian, seperti dikutip Antara. (zmi)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending