Connect with us

UMKM

UKM Berbasis Ekspor Seharusnya Garda Terdepan Ekonomi

Published

on

Diskusi mencari peluang ekspor ditengah melemahnya nilai tukar rupiah.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berbasis ekspor seharusnya bisa menjadi garda teredepan ekonomi Indonesia terutama ditengah-tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Harapannya UKM bisa menjadi solusi, namun tetap harus mendapat dukungan terutama permodalan agar mampu menembus pasar ekspor,” kata Asisten Pertanian dan Perkebunan Kementerian Koperasi dan UKM, Victoria Simanungkalit di Jakarta, Kamis (8/11/2018), dalam diskusi bertajuk “Potensi Ekspor Ditengah Pelemahan Rupiah”.

Menurut dia sektor UKM yang potensial untuk ekspor masih didominasi makanan, minuman, fashion, dan kriya (kerajinan) persoalannya sektor-sektor tersebut masih memiliki kandungan impor yang juga tinggi, misalnya saja untuk produk tas kulit maka kancing dan ritsleting masih harus didatangkan dari luar negeri.

“Sehingga kalau UKM itu mendapat order ekspor dalam jumlah besar tentunya dukungan permodalan menjadi hal utama,” jelas dia.

Hadirnya perusahaan layanan e-commerce seperti Bli-Bli, Tokopedia, Bukalapak, dan sebagainya menjadi salah satu faktor yang membuat UKM tanah air mampu menembus pasar global tanpa harus ikut kegiatan pameran yang difasilitasi pemerintah.

Data menunjukkan meskipun anggaran dari pemerintah untuk kegiatan pameran turun hampir 50 persen, akan tetapi devisa sektor UKM justru naik 12 kalinya.

Sedangkan pengamat ekonomi Indef, Bhima Yudhistira Adinegara mengatakan, perang dagang AS-China teryata ikut mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia. Faktor ini juga ikut mendorong sejumlah negara tujuan ekspor, seperti India menerapkan proteksi berlebihan salah satunya pemberlakuan bea masuk di atas 50 persen untuk produk CPO asal Indonesia.

“Padahal ekspor CPO berkontribusi 15 persen dari total ekspor non migas,” kata Bhima dalam diskusi yang diselenggarakan Forum Warta Pena.

Menurutnya, ada beberapa solusi bagi pemerintah agar dapat meningkatkan nilai ekspor ditengah persoalan global dan melemahnya nilai tuker rupiah terhadap dolar AS dengan memberikan pelonggaran setiap pungutan, khususnya ekspor CPO diturunkan menjadi 15-20 dolar AS per ton , dan memperluas pasar baru seperti Afrika Tengah, Eropa Timur, dan Rusia.

“Bagi kendala logistik, pemerintah bisa memberikan keringanan pajak (tax holiday) untuk forwarder atau jasa ekspor dari Indonesia ke Afrika misalnya,” kata Bhima.

Ia menambahkan sejauh ini pemerintah sudah banyak memberikan insentif berupa tax holiday dan tax allowances. Tapi sayangnya, insentif yang diberikan terlalu umum tidak menyasar kebutuhan sektoral yang spesifik. “Problem lain ada pada proses perizinan dan insentif fiskal yang belum terintegrasi, serta lamanya pengurusan pajak bagi para pelaku usaha termasuk eksportir,” jelas Bhima.

Sementara di tempat yang sama, Ketua Bidang Komunikasi GAPKI Tofan Mahdi optimis tahun ini produksi minyak sawit diperkirakan mencapai 42 juta ton dimana 31 juta ton diantaranya terserap di pasar ekspor.

Namun, diakuinya munculnya kampanye negatif dari negara produsen minyak nabati menjadi salah satu kendala ekspor bagi produsen dalam negeri.

Oleh karenanya, Tofan berharap industri sawit nasional perlu terus meningkatkan daya saing yang kompetitif dengan industri hilir Malaysia.

Lebih jauh Ketua Komite Tetap Pengembangan Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Handito Hadi Joewono mengatakan, salah satu upaya untuk mendorong nilai ekspor dengan memasuki pasar baru ekspor.

Ekspor ini bisa dilakukan perusahaan besar maupun UKM. Buat industri atau perusahaan besar sangat bermanfaat diberikan insentif pajak termasuk tax holiday. Sementara untuk perysahaan kecil dan UKM yang dibutuhkan adalah dorongan untuk memulai ekspor dan mengefektifkan fasilitas pembayaran ekspor.

Namun sayangnya hingga saat ini kebijakan pemerintah untuk mendorong ekspor belum terintegrasi dengan baik. Hal itu setidaknya terlihat dari belum terwujudnya kesatuan pandang antar sektor. “Semestinya Kemenko Perekonomian perlu lebih ‘galak’ mengkoordinasikan pihak-pihak terkait ekspor,” terang dia

Berbagai cara juga perlu dilakukan pemerintah agar pasar ekspor bisa tumbuh, salah satunya dengan peningkatan daya beli masyarakat.

“Upaya menggairahkan dunia usaha berarti mendorong pertambahan omset penjualan dengan peningkatan daya beli masyarakat untuk produk yang dijual di dalam negeri,” kata Handito.

Sedangkan anggota Komisi VI DPR-RI, Melani L Suharli melihat melemahnya nilai tukar mata rupiah akan membuat komoditas ekspor terlihat lebih seksi karena menjadi lebih murah menurut negara pengimpor.

Seharusnya menurut dia, eksportir akan menikmati profit yang lebih tinggi karena transaksi dilakukan dalam valuta asing. Sehingga, apabila dilihat fakta kinerja ekspor, terlihat faktor pelemahan rupiah tidak serta merta mendorong performa ekspor Indonesia.

Melani mengatakan saat ini di Komisi VI DPR RI tengah membahas ratifikasi perjanjian-perjanjian internasional, yakni diantaranya perjanjian ASEAN-Australia-New Zealand, ASEAN – India, Persetujuan perdagangan barang dalam kerangka kerjasama ekonomi komprehensif antara ASEAN – Republik Korea, dan juga perjanjian terkait protokol perubahan terhadap perjanjian perdagangan bebas antara ASEAN – China.

Tentu harapannya adanya perjanjian-perjanjian tersebut dapat terus membuka dan memperluas akses Indonesia ke pasar internasional, dengan disertai kesiapan dari pelaku ekonomi dan industri dalam negeri.

Fakta juga menunjukkan, pemberlakuan AFTA justru dimanfaatkan oleh negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Sebagai perbandingan, pada tahun 2001, surplus neraca perdagangan Singapura dengan ASEAN masih 3,82 miliar dolar AS, namun pada 2016 surplus neraca perdagangannya meningkat menjadi 33,69 miliar dolar AS.

Sulitnya produk Indonesia masuk ke pasar ekspor disebabkan derasnya hambatan non tarif di negara lain disamping minimnya standar dan kualitas produk Indonesia. Demikian, seperti dikutip Antara. (gan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UMKM

Kemenkop Diminta Fokus Reformasi Total Koperasi

Published

on

Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES), Suroto.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM diminta fokus pada upaya reformasi total koperasi termasuk memperbaiki kelembagaan koperasi yang ada.

Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) Suroto di Jakarta, Selasa (15/1/2019), mengatakan Kemenkop dan UKM perlu lebih fokus melalukan reformasi total perkoperasian dalam memperbaiki kelembagaan koperasi.

“Sejak pemerintahan Jokowi-JK berjalan empat tahun lalu, capaian kontribusi koperasi PDB naik cukup signifikan dari 1,7 persen menjadi 4,48 persen dari jumlah koperasi sebanyak 152.000 dan anggota 26 juta sesuai data BPS, 2018. Sementara jumlah pengusaha meningkat hingga 3,39 persen,” katanya.

Pencapaian tersebut, kata Suroto, perlu diapresiasi dan menadi pertanda ada perbaikan dalam kualitas koperasi.

“Hanya saja masih sangat disayangkan misi reformasi total tentu belum seperti yang diharapkan,” katanya.

Ia melihat, masih ada potensi 80.000-an koperasi yang tinggal papan nama dan itu sebaiknya segera dibubarkan.

“Ini perlu dilakukan agar citra koperasi dapat dilihat dan masyarakat dapat mengetahui sebetulnya mana yang disebut sebagai sungguh-sungguh koperasi dan atau hanya rentenir berbaju koperasi dan koperasi abal-abal,” katanya.

Upaya pembubaran segera ini diperlukan untuk merombak paradigma masyarakat yang selama ini berpandangan negatif terhadap koperasi.

Menurut dia, seharusnya itu harus menjadi fokus utama dari Kemenkop dan UKM, dan dikerjakan dalam jangka waktu yang singkat.

“Namanya saja rehabilitasi, kalau terlalu lama namanya bukan rehabilitasi lagi. Jadi, nanti kalau sudah tinggal 70.000-an lagi tinggal dipilah mana yang memang perlu direorientasi dan didorong pengembangannya,” katanya.

Ia menegaskan Kemenkop masih menyisakan banyak pekerjaan rumah pada 2019 di antaranya pembubaran koperasi abal-abal hingga penyelesaian perundang-undangan perkoperasian pasca-dibatalkan Mahkamah Konstitusi.

“Selain banyak sekali regulasi-regulasi sektoral yang sebetulnya menghambat perkembangan Koperasi seperti misalnya yang terkait dengan perpajakan, regulasi sektoral yang banyak hambat koperasi dan lain-lain,” katanya.

Ia menyarankan pengembangan koperasi juga sudah harus masuk ke sektor-sektor strategis seperti misalnya layanan publik dan pengembangan koperasi basis teknologi informasi.

Dalam hal pengembangan wirausaha kata dia, perlu dilakukan perombakan total dalam paradigma karena saat ini pelaku usaha masih didominasi oleh pengusaha mikro dan gurem.

Tetap Fokus
Menanggapi hal itu, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring menegaskan pihaknya tetap fokus terhadap upaya reformasi total koperasi.

Meliadi menambahkan, pihaknya telah meluncurkan program reformasi total koperasi meliputi reorientasi, rehabilitasi, dan pengembangan koperasi.

Reorientasi dilakukan dengan mengubah paradigma pengembangan koperasi dari kuantitas ke kualitas sementara rehabilitasi dilakukan dengan mendata dan memperbarui data koperasi melalui Online Data System (ODS).

Pihaknya juga telah menerapkan sejumlah program untuk mendorong perkembangan koperasi dan UMKM di antaranya memangkas sukung bunga pinjaman KUR menjadi 7 persen pertahun selain juga memangkas pajak UMKM dari 1 persen menjadi 0,5 persen.

Kebijakan ini diharapkan akan mendorong koperasi dan UMKM agar semakin berkembang usahanya.

Kementerian Koperasi dan UKM juga bekerja sama dengan kementerian dan lembaga lain di antaranya Kementerian Keuangan, Kementerian Desa dan PDDT, serta Kemenkominfo.

“Selain itu juga mengembangkan kemitraan dengan tiga perusahaan e-commerce seperti Go-pay, T-cash dan T-money, marketplace, dan Bukalapak. Semuanya bekerja sama untuk meluncurkan kredit Usaha Mikro (UMi). Dengan transformasi digital, bisa dilayani dengan kredit UMI,” katanya.

Di sisi lain, Kementerian Koperasi dan UKM telah meluncurkan sistem aplikasi android yang mudah digunakan yakni Kemenkop Center dengan tampilan yang menarik sehingga masyarakat bisa mengunduh aplikasi ini untuk memperoleh informasi terkini dari Kementerian Koperasi dan UKM termasuk jumlah koperasi dan program terbaru kementerian.

“Kami juga menyediakan laporan keuangan mikro Lamikro untuk UKM yang merupakan aplikasi berbasis android dan bisa diunduh secara gratis dari Google Play,” katanya. Seperti dikutip Antara . (han)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BREAKING NEWS

Sandiaga Uno Resmikan Air Minum OK OCE untuk Pasar Nasional

Published

on

Indonesia memiliki potensi pasar air minum kemasan yang besar dan merupakan salah satu industri yang terus berkembang dengan potensi pembukaan tenaga kerja yang luas.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – OK OCE Indonesia meluncurkan air minum kemasan OK OCE yang hari ini resmi melantai di pasar minuman nasional. Peresmian ini dilakukan di Rumah Makan Nasi Liwet Sunda, Tangeran, Minggu (6/1/2019). Acara ini dihadiri oleh Ketua OK OCE Indonesia, IIm Rusyamsi dan Founder OK OCE Indonesia, Sandiaga Uno yang juga cawapres nomor urut 02 dan jajaran pengurus pusat OK OCE Indonesia.

Indonesia memiliki potensi pasar air minum kemasan yang besar dan merupakan salah satu industri yang terus berkembang dengan potensi pembukaan tenaga kerja yang luas.

OKE OCE Indonesia bekerjasama dengan air kemasan Ufia, untuk memproduksi air minum kemasan untuk menyasar kota-kota besar di Indonesia. Dengan kerjasama ini diharapkan dapat membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat sebagai distributor, agen dan penjual air minum kemasan yang tersebar diseluruh Indonesia.

Minuman OK OCE akan menyasar pasar minum nasional melalui pasar minuman rumahan, warung-warung tradisional, kantor pemerintahan dan swasta, hotel dan restaurant serta tempat wisata dan publik lainnya.

“Ini langkah progresif dari OK OCE Indonesia untuk bekerjasama dengan merek nasional Ufia yang mempunyai visi mengembangkan usaha UMKM di Indonesia melalui OK OCE Indonesia,” kata Iim Rusyamsi, Ketua Umum OK OCE Indonesia

Iim menambahkan bahwa animo dari jaringan OK OCE Indonesia dan seluruh penggeraknya yang sudah hadir di seluruh Indoensia amat positif menyambut inisiatif ini.

Ia melanjutkan bahwa dengan modal awal 7 juta, masyarakat dapat menjadi agen kemasan air OK OCE, sedangkan dengan modal 15 juta rupiah dapat menjadi distributor. Sambutan positif juga didapat dari dunia perbankan dimana beberapa bank nasional telah siap mendukung pembiayaan untuk kredit usaha agen dan distributor bagi calon peserta dengan cicilan ringan dan ramah bagi UKM pemula. Dengan jaringan yang jelas, produk yang jelas dan didukung produksi yang modern dan mumpuni menjadikan pemberian bantuan keuangan untuk usaha air mineral OK OCE sudah memiliki syarat penilaian bank yang baik.

“Setelah satu tahun berdiri, saya gembira sekali menghadiri peluncuran salah satu produk OK OCE yang akan menjadi produk nasional ini. Ini lah yang saya harapkan, adanya kerjasama antara UMKM dan pengusaha besar untuk mendukung pasar nasional kita. Ini sesuai dengan visi misi Prabowo-Sandi untuk menciptakan lapangan kerja nasional untuk mandiri dan menjadi masyarakat yang adil dan makmur serta menepis bahwa OK OCE yang banyak dikatakan tidak berjalan, ini bukti sukses OK OCE, “ kata Sandiaga Uno, founder OK OCE yang sekaligus cawapres nomor urut 02.

Melalui tujuh langkah PAS (Pendaftaran, Pelatihan, Pendampingan, Perizinan, Pemasaran, Pelaporan Keuangan, Pemodalan) air minuman OK OCE akan melakukan seluruh rangkaian untuk memastikan jaringan pengusaha air minuman OK OCE profesional dan handal.

Ufia sebagai mitra OK OCE Indonesia memastikan sistem distribusi yang baik dan penggunaan teknologi yang modern untuk memastikan minuman OK OCE berkualitas prima.

“Kami bangga bisa bekerjasama dengan OK OCE Indonesia, saya yakin dengan gerakan yang fenomenal ini, air minuman OK OCE ini bisa menjadi produk yang bersaing dengan pasar minuman nasional, “ ujar Direktur Utama Ufia Tirta Mulia, H. Arju Fanadiana, MSc.

Ke depannya, dimulai dengan air minuman kemasan, OK OCE Indonesia dapat juga menghadirkan produk-produk lainnya dari jaringan UMKMnya. Dengan jaringan yang luas dan konsep sharing economy ini, Jaringan OK OCE Indonesia dapat menjadi pengusaha-pengusaha grosir retail nasional.

Jakarta, yang merupakan pasar pertama bagi air mineral OK OCE diprediksi akan dapat mendapatkan minimal 2670 lapangan kerja baru melalui jaringan di 267 kelurahan. Masing-masing kelurahan akan menyerap lima orang dengan dua agen per kelurahan. Diharapkan model ini dapat diaplikasikan di propinsi lain dimana jaringan OK OCE berada.

Air OK OCE juga telah siap menyisihkan infak sebesar Rp 15 untuk setiap penjualan kemasan air ini untuk membantu masyarakat yang kurang mampu di Indonesia.

Masyarakat dapat menghubungi www.okoce.net untuk menjadi jaringan pengusaha air. (sug)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BREAKING NEWS

Di Sidoarjo, Sandi Uno Pukul Gong Tanda Transaksi Pasar di Tahun 2019 Dimulai

Published

on

Sandiaga Salahuddin Uno mendatangi pasar Larangan Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (1/1/2019).

Indonesiaraya.co.id, Sidoarjo — Sandiaga Salahuddin Uno memulai sosialisasinya di tahun 2019 dengan mendatangi pasar Larangan Sidoarjo, Selasa (1/1/2019). Sandi juga menciptakan tardisi baru dengan memukul gong sebagai tanda transaksi pasar di tahun baru, tahun 2019 di mulai.

Sebelum memukul gong, calon wakil presiden nomor urut 02 ini mendatangi pedagang pasar yang buka 24 jam tersebut. ibu Kusnawiyah, pedagang sayur mayur, mengeluhkan naiknya harga. “Bawang yang tadinya perkilogram seharga dua puluh dua ribu, sekarang sudah dua puluh enam ribu Pak,” ucap Kusnawiyah.

Novi, pembeli, juga mengeluhkan harga ayam yang sekarang sudah menyentuh harga empat puluh ribu rupiah. Novi yang tinggal di belakang alun-alun Sidoarjo berharap di tahun 2019 harga bisa turun. “Harga ayam kok nggak turun-turun,” keluhnya.

Sandi mengaku akan menampung semua aspirasi dan keluhan para pembeli dan pedagang. Karena menurutnya pasar tradisional adalah tulang punggung dan denyut nadi ekonomi nasional

“In Shaa Allah keluhan ibu Kusnawiyah dan Ibu Novi kian memacu saya dan Pak Prabowo untuk bekerja keras agar terpilih melayani masyarakat Indonesia. Sehingga kita kurangi keluhan harga kebutuhan bahan pokok yang naik turun dan mahal,” ucap Sandi.

Sandi ditemani Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) yang menjadi penggagas acara transaksi pasar tradisional di tahun baru, Feri Juliantono. Ikut hadir Badan Pemenangan Provinsi Koalisi adil makmur, Didik.

Menurut Feri, pihaknya mengundang Sandi, karena keperdulian mantan ketua umum APPSI ini pada pasar tradisional, baik selama amenjadi Ketua unum, maupun saat menjabat wakil gubernur DKI Jakarta. “Kami juga mengundang bupati Sidorjo dan jajarannya. Sayang, mereka ada keperluan lain,” terang Feri.

Saat dialog, Pedagang krupuk Jamal mengaku dia sekarang kesulitan menjual krupuk. Karena daya beli yang turun. Sandi pun segera merogoh sakunya dan membeli semua krupuk Pria setengah baya ini. “Saya beli pak, untuk cemilan di mobil menuju Madura,” kata Sandi. Jamal girang. “Semoga Allah membalas kebaikan bapak,” ucap Sandi.

Sandi berharap pasar akan terus menjadi sentra ekonomi rakyat dengan harga-harga terjangkau dan stabil. “Pasar tradisional harus bangkit todak teehimpit dan tidak terjepit,” papar Sandi. (dam)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending