Connect with us

KULINER

Ular Hingga Kelelawar, Kuliner Ekstrem Wuhan Diduga Asal Virus Corona

Published

on

Kota Wuhan di China dianggap jadi sumber penyebaran virus Corona yang baru-baru ini sangat meresahkan.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kota Wuhan di China dianggap jadi sumber penyebaran virus Corona yang baru-baru ini sangat meresahkan.

Berbagai laporan menyebut bahwa Virus Corona berasal dari binatang yang dijual di Pasar Seafood Huanan yang berlokasi di Wuhan.

Melansir dari South China Morning Post via Kompas.com, pasar tersebut telah ditutup sejak akhir Desember semenjak virus mewabah.



Ternyata sedikit berbeda dari namanya, Pasar Seafood Huanan tidak hanya menjual seafood saja melainkan juga berbagai hewan liar.

Sebuah gambar berisikan daftar menu yang diunggah oleh salah seorang pemilik toko di Dazhong Dianping, aplikasi review dan rating paling populer di China, menunjukkan ada sekitar 100 macam hewan tersedia di Pasar Seafood Huanan. Mulai dari rubah, anak serigala, hingga luwak bertopeng.

Foto yang kemudian diunggah ke Twitter oleh pemilik akun @muyixiao pada 21 Januari 2020 menunjukkan ada sekitar 100 hewan hidup dan daging hewan yang dijual.

Tertera di sana, termasuk koala hidup, salamander raksasa China, unta, burung unta, burung merak, dan anak serigala.

Di kolom balasan, seorang pengguna Twitter dengan akun @CIASpy menerjemahkan daftar menu tersebut beserta harganya.

Dilansir dari Mothership Singapore, ia menulis burung merak hidup dijual seharga 500 renminbi China atau sekitar Rp 982.000.

Lalu untuk rusa sika dihargai 6.000 renminbi China atau sekitar Rp 11 juta. Ada juga koala hidup dihargai 70 renminbi China atau sekitar Rp 137.000.

Menu tersebut bukan hanya menawarkan hewan hidup, tetapi juga jasa pemotongan hewan dan pengiriman.

Kebanyakan toko di Pasar Seafood Huanan memang menjual kepiting, udang, dan aneka ikan.

Namun di sudut pasar, terdapat banyak hewan tak lazim konsumsi yang diperjualbelikan. Seorang warga sekitar bernama Ai mengatakan bahwa ia melihat beberapa pemilik toko menjual hewan hidup di pasar tersebut.

“Ada kura-kura, ular, tikus, landak, dan burung pegar,” ujar Ai pada South China Morning Post.

Ia juga menambahkan, banyak toko di bagian barat pasar yang menjual hewan-hewan hidup.

Sebuah surat peringatan dari Wuhan Administration for Industry and Commerce (Administrasi Wuhan untuk industri dan perdagangan) pada September lalu juga sempat menunjukkan adanya hewan hidup yang dijual di pasar.

Dalam peringatan tersebut, pemerintah telah memeriksa sekitar delapan toko yang menjual katak harimau, ular, dan landak.

Pasar yang menjual hewan hidup atau mati dari beberapa spesies berbeda sekaligus cukup mudah ditemukan di China. Misalnya, di wilayah Provinsi Guangdong, Guangzhou, dan Shandong. Orang-orang China masih sering memakan hewan eksotis liar.

Wabah Virus Corona sendiri sampai sudah mencapai ke beberapa negara seperti Thailand, Hongkong, Macau, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Amerika, dan Vietnam.

Kota Wuhan saat ini dikarantina dan dikabarkan tak ada aktivitas penduduk yang berlangsung di sana.

Disisi lain dikutip dari CNN.com via katadata.co.id, belum jelas seberapa mematikan virus corona Wuhan itu. Namun, sejauh ini tingkat kematiannya lebih rendah daripada SARS dan MERS.
Wabah SARS atau secure acute respiratory syndrome (sindrom pernapasan akut) pernah terjadi pada 2003.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO penyakit ini muncul dari virus corona dalam tubuh hewan, kemungkinan besar kelelawar, yang menyebar ke manusia.

Kejadian pertama SARS terjadi di Guangdong, Tiongkok, pada 2002. Virus ini lalu menyebar ke 26 negara dan muncul di delapan ribu kasus. Sebanyak 774 orang meninggal.

Gejala awal penderitanya mirip penyakit flu biasa, yaitu demam, sakit kepala, dan menggigil. Kalau sudah parah, pasien akan mengalami diare, kelelahan akut, sesak napas, hingga gagal ginjal.

Lalu, MERS atau Middle East respiratory syndrome (sindrom pernapasan Timur Tengah) pertama kali terjadi di Arab Saudi pada 2012. Penyebaran penyakit ini juga karena virus corona dan gejala awalnya pun seperti sakit flu.

Virus corona tersebut kemungkinan besar berasal dari unta. Ketika wabah terjadi, penderitanya menyebar ke Mesir, Ethiopia, Kuwait, Kenya, Maroko, Korea Selatan, hingga Belanda. WHO menyebut sebanyak 2.494 kasus ditemukan dan 858 orang meninggal karena MERS.

Nah, virus Wuhan agak berbeda. Gejala awalnya adalah pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan demam selama beberapa hari.

Bagi pasien yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, ada kemungkinan virus ini menyebabkan pneumonia dan bronkitis.

Gejalan tersebut bergerak lamban jika dibandingkan SARS dan MERS. Pasien biasanya mengalami batuk ringan selama seminggu kemudian sesak napas.

Sekitar 15% hingga 20% kasus menjadi parah hingga pasien membutuhkan alat bantu pernapasan di rumah sakit.

Sebanyak 17 pasien di Wuhan telah meninggal karena virus itu. Penyebaran awalnya, melansir dari CNN.com, kemungkinan besar berasal dari ular.

Para ahli di China menemukan virus serupa pada tubuh ular jenis trait yang banyak ditemukan di Cina bagian selatan dan Asia Tenggara.

Ular yang bernama latin Bungarus multicinctus itu sangat berbisa. Para ilmuwan telah menemukan kode genetic virusnya dan patogen yang bertanggung jawab atas wabah ini adalah jenis virus corona baru. WHO memberi nama virus ini 2019-nCoV.

Per 22 Januari, jumlah pasien yang terinfeksi telah mencapai 555 orang. Sebanyak 444 kasus dilaporkan di Wuhan. Kota itu telah melakukan karantina di beberapa tempat dan menutup layanan transportasi publiknya.

Pencegahan Virus Corona Wuhan

Sampai sekarang belum ada vaksin untuk mencegah penularan virus corona Wuhan.

Penderitanya sejauh ini hanya terdeteksi pada pasien berusia 40 tahun ke atas. Kasus untuk anak-anak belum ditemukan.

Cara yang paling ampuh untuk mencegah penyakit tersebut adalah menghindari kontak dengan orang sakit.

Kurangi kegiatan menyentuh atau mengusap mata, hidung, dan mulut. Cuci tangan paling tidak selama 20 detik menggunakan sabun dan air.

Tutupi mulut dan hidung Anda ketika batuk atau bersin. Biasanya kejadian sepele seperti ini menyebabkan virus menjadi cepat menyebar. Lalu, selalu waspada.

Jika baru saja bepergian dari Negeri Panda dan merasa tidak enak badan, sebaiknya banyak istirahat dan minum air putih. Kalau gejalanya semakin parah, segera menemui tenaga medis untuk pengecekan lebih lanjut. (ber)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

KULINER

5 Tempat Nongkrong Terbaik di Jakarta Selatan yang Asyik

Published

on

Eighty Nine Eatery & Spirits Terletak di Gedung Kemang 89 tepatnya di lantai 1 Jakarta Selatan.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Sedang berada di daerah Jakarta Selatan dan sedang cari tempat bersantai untuk nongkrong? Tenang saja di Jakarta Selatan ada banyak tempat nongkrong dengan suasana tenang dan harga yang terjangkau. Di artikel ini, kamu akan mendapatkan rekomendasi tempat nongkrong asyik di Jakarta Selatan. Cocok untuk nongkrong bareng temen maupun untuk urusan bisnis.

Kafe Recommended Jakarta Selatan untuk Nongkrong

Di Jakarta Selatan sendiri tersebar banyak kafe yang bisa dijadikan sebagai tempat nongkrong nyaman bersama teman dan sahabat. Dari sekian banyaknya ini, ada 5 tempat nongkrong yang sangat recommended dan wajib kamu coba jika di Jakarta Selatan. Berikut ini daftarnya:

1. Eighty Nine Eatery & Spirits

Ingin nongkrong di dalam ruangan tapi terasa di luar ruangan? Kafe ini sangat cocok untuk kamu kunjungi. Suasana nyaman dengan banyak kaca membuat kamu bisa menikmati kopi dan kue sambil menatap suasana luar yang asri.



Terletak di Gedung Kemang 89 tepatnya di lantai 1 membuat kafe ini mudah untuk dijangkau. Tempat ini juga sangat instagramable dengan banyak pilihan menu. Harga yang ditawarkan di sini juga tidak terlalu mahal, hanya sekitar Rp50.000 sampai dengan Rp100.000 saja per orang.

2. Union Plaza Senayan

Nongkrong sambil belanja bisa kamu lakukan di Union. Kafe yang ada di Plaza Senayan ini merupakan kafe berkonsep bar & lounge ini menyediakan berbagai menu yang akan menemanimu menghabiskan waktu.

Kafe yang buka dari pukul 11 siang sampai dengan 1 dini hari ini juga menyediakan menu wine yang berkualitas tinggi. Kamu bisa langsung cek link ini untuk cari tahu detail menu yang tersedia di Union.

3. Yamalu

Tempat nongkrong outdoor dan indoor yang sejuk di Jakarta Selatan hanya di Yamalu Kafe. Kafe yang ada di daerah Bintaro ini menyajikan suasana tenang dengan pemandangan hijau, sangat cocok untuk kamu yang sedang ingin menyendiri ataupun quality time bersama teman.

Kafe ini buka dari Selasa sampai Minggu mulai dari pukul 9 siang sampai dengan 9 malam. Menu makanan yang ditawarkan di kafe ini sangat banyak dan menarik. Yang terpenting harga dari makanannya cukup terjangkau yaitu di kisaran Rp25.000 sampai dengan Rp70.000.

4. Arborea Cafe

Arborea Cafe merupakan kafe dengan konsep alami yang ada di daerah Senayan, Jakarta Selatan. Kamu akan menemukan bangunan kafe dengan konsep industrial di tengah hutan buatan yang asri. Kamu bisa mengunjungi kafe ini setiap hari dari mulai pukul 8 pagi sampai dengan 8 malam.

Menu yang ditawarkan di sini harganya cukup terjangkau dengan rasa yang enak. Sangat cocok untuk nongkrong bersama teman untuk menyelesaikan proyek.

6. Titik Temu Coffee

Di daerah Jakarta Selatan juga sudah ada Titik Temu Coffee yang merupakan cabang dari Bali. Tempatnya sangat nyaman untuk bersantai dengan konsep minimalis. Kamu bisa langsung menikmati pemandangan taman hijau dari dalam kafe ini.

Untuk makan di kafe ini kamu harus bawa kartu debit atau kredit karena disini tidak menerima pembayaran tunai. Untuk informasi lengkap bisa cek langsung restoran dan kafe ini.

Tertarik untuk mengunjungi salah satu kafe di Jakarta Selatan ini? Jangan lupa untuk mengagendakannya bersama sahabat dan keluarga di sini. Tidak hanya makanan yang enak saja, kamu juga bisa menghabiskan quality time bersama dengan orang terkasih.

Jangan lupa untuk selalu cek tempat nongkrong asyik di sekitarmu melalui Traveloka. Cek Traveloka saja untuk info menarik mengenai tempat wisata dan restoran terbaik di sekitar tempat liburanmu. (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

KULINER

Es Krim Rasa Ini Jadi yang Terfavorit Sepanjang Tahun 2019

Published

on

Selain faktor Indonesia sebagai produsen kakao terbesar ketiga di dunia, rasa cokelat ternyata memiliki persamaan dengan budaya bersosial masyarakat Indonesia.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Es krim rasa cokelat rupanya masih menjadi cita rasa yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia sepanjang tahun 2019.

“Rasa cokelat tetap menjadi pilihan utama konsumen Indonesia,” ujar Brand Manager Aice Group Holdings Pte Ltd. Sylvana Zhong dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (12/12/2019).

Untuk produk Aice sendiri, es krim dengan cita rasa cokelat yang paling digemari adalah varian es krim stik choco crispy dan mochi cokelat.



Sylvana menjelaskan, selain faktor Indonesia sebagai produsen kakao terbesar ketiga di dunia, rasa cokelat ternyata memiliki persamaan dengan budaya bersosial masyarakat Indonesia.

“Menurut penelitian yang dilakukan ahli saraf Dr. Alan Hirsch, penyuka rasa es krim cokelat ternyata adalah sosok yang ramah, suka bercanda, menawan dan menikmati kebersamaan. Ini cocok dengan hangatnya budaya Indonesia,” tambah Sylvana.

Namun, Sylvana juga menjelaskan bahwa terjadi peningkatan minat di es krim rasa buah yang membawa manfaat bagi kesehatan.

“Aice melihat gaya hidup sehat sudah mulai diterapkan masyarakat. Terbukti dengan meningkatnya konsumsi es krim rasa buah yang menyehatkan, seperti mangga low fat less sugar, semangka dan jagung,” jelas ucap Sylvana.

Dalam memenuhi minat masyarakat akan produk es krim yang membawa manfaat bagi kesehatan, pada tahun 2019, Aice memberikan delapan varian rasa buah.
Mulai dari mango slush low fat less sugar, nanas, stroberi, melon, semangka, jagung, durian hingga jeruk sebagai varian teranyar yang dirilis oleh merek asal Singapura ini.

Lebih lanjut Sylvana menjelaskan bahwa varian es krim mochi masih menjadi favorit masyarakat. Hal ini turut diamini oleh Tetra Pak Indonesia melalui seminar eksklusif konsumen bagi para pemain kunci industri es krim.

Menurut data yang dirilis oleh Tetra Pak Indonesia, cita rasa seperti mochi menghadirkan warna baru untuk kategori es krim, sementara bahan-bahan lokal atau regional, kemasan dengan warna-warni cerah dapat menghasilkan pengalaman menikmati es krim yang unik dan otentik. Demikian, seperti dikutip Antara. (mar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Tiga Rekomendasi Restoran Ramen Halal dan Ramah Muslim di Tokyo

Published

on

Ramen, adalah masakan mie kuah Jepang yang berasal dari China.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Di Jepang terdapat sejumlah restoran halal yang menyajikan makanan otentik Negeri Sakura sehingga para wisatawan muslim bisa menikmati kuliner setempat tanpa rasa khawatir.

Biasanya restoran halal di Jepang identik dengan restoran India, Turki atau Asia Tenggara. Namun kini ada sejumlah restoran makanan khas Jepang yang ramah muslim atau sudah memiliki sertifikasi halal.

Merangkum daftar kedai ramen ramah muslim atau yang punya sertifikasi halal di Jepang, tepatnya di kota Tokyo, sebagai pilihan untuk mengisi perut keroncongan saat melancong di Negeri Sakura.



Ayam-YA Okachimachi

Lokasi kedai ramen ini tak jauh dari jalan raya Ueno. Plang Ayam-YA menghiasi bagian depan dari restoran berhias sekat-sekat kayu. Kedai ramen Ayam-Ya sudah mendapatkan sertifikasi halal, jadi semua masakan yang disajikan sudah terjamin halal. Logo sertifikasi halal ditempel di pintu depan, sehingga pengunjung bisa melihatnya saat masuk.

Cara memesan makanan di Ayam-YA berbeda dari prosedur di Indonesia. Pengunjung hanya bisa memilih menu dan membayar melalui mesin voucher yang terlihat seperti mesin penjual minuman yang ada di tempat-tempat umum.

Di mesin itu tertera foto, nama menu dan ukuran porsi beserta harga. Anda hanya perlu memasukkan uang kertas di tempat yang sudah disediakan, kemudian memencet tombol di bawah menu yang diinginkan. Mesin akan mengeluarkan tiket menu serta uang kembalian, bila ada.

Memilih salah satu menu rekomendasi di restoran ini, yakni Spicy Tori Ramen Soyu seharga 890 yen (Rp114.500). Serahkan tiket itu kepada pramusaji yang akan menyajikan menu pilihan Anda.

Lantai satu dipakai sebagian besar untuk dapur, sementara kursi dan meja pengunjung berada di lantai dua. Meski sudah mulai larut, masih ada banyak pengunjung, termasuk turis Indonesia.

Suasana Jepang di restoran berpadu dengan kehangatan kampung halaman, pramusaji yang menyambut ANTARA pada November lalu adalah orang Indonesia sehingga komunikasi terasa lebih mudah. Sambil menyesap air mineral dingin yang tersedia secara cuma-cuma di tiap meja, terdengar obrolan dalam bahasa Indonesia dari meja lain.

Tak berapa lama, Spicy Tori Ramen Soyu akhirnya disajikan dalam mangkuk besar. Kuahnya berwarna kemerahan sebagai bukti dari jejak-jejak cabai. Irisan daging ayam yang lembut diletakkan sebagai topping, juga potongan tipis daun bawang yang jadi pelengkap.

Untuk lidah Indonesia, tingkat kepedasan Spicy Tori Ramen Soyu terbilang cukup. Tak terlalu pedas, tapi tidak hambar. Cocok untuk melepas rindu pada rasa makanan Indonesia setelah diserbu rasa manis yang dominan pada kuliner-kuliner Jepang.

Kuahnya lezat, selain itu teksur ramennya halus namun kenyal saat digigit. Ukuran ramennya serupa mi instan, hanya saja bentuk minya lurus, tak terlalu tipis atau tebal. Ada sensasi renyah berkat kehadiran potongan bawang bombay dan daun bawang.

Ramen Ichiran No Pork Shinjuku

Salah satu restoran ternama di Jepang ini tidak punya sertifikasi halal, tapi mereka punya cabang restoran yang ramah muslim karena tak menyediakan babi dan alkohol.

Cabang “no pork” ini berlokasi di 7 Chome-10-18 Nishishinjuku Shinjuku-ku Tokyo-to.

Penanda utama adalah plang serba hijau dengan tulisan “No Pork Ramen”. Perhatikan baik-baik papan nama restoran untuk memastikan Anda berada di tempat yang benar, sebab ada restoran Ichiran lain di dekat kawasan tersebut.

Ramen Ichiran sendiri sebenarnya terkenal karena memiliki kuah kaldu yang terbuat dari babi. Khusus untuk cabang “No Pork Ramen” di Shinjuku, kuahnya dibuat dari ayam dan bahan-bahan lain agar rasanya serupa dengan ramen tonkotsu (kuah babi).

Menu yang diinginkan bisa dipesan lewat mesin tiket di bagian depan restoran. Harga untuk ramen Ichiran “no pork” sedikit lebih mahal dibandingkan cabang lainnya. Menu standard di ramen Ichiran biasa bisa didapatkan dengan harga 980 yen, sementara harga ramen Ichiran “no pork” berada sedikit di atas 1000 yen.

Dibandingkan kedai Ramen Ichiran biasa yang antreannya mengular hingga harus menunggu belasan hingga puluhan menit pada jam-jam tertentu, kedai No Pork tergolong lebih sepi.

Sama seperti kedai lainnya, Ramen Ichiran bisa dinikmati pengunjung yang datang sendirian karena setiap kursi dihalangi sekat, serupa dengan bilik di kantor namun ukurannya lebih kecil.

Setelah mendapatkan tempat duduk, pengunjung akan diminta mengisi lembar pemesanan agar mi yang datang sesuai dengan selera.

Anda dapat memilih apakah ingin mendapat topping berupa rebusan daging sapi yang lembut dan gurih, tekstur mi yang diinginkan dan seberapa pekat kaldu, seberapa banyak bawang putih, daun bawang serta saus merah pedas yang ingin dimasukkan ke dalam mangkuk.

Tingkat kepedasan yang ditawarkan berkisar dari tanpa cabai, mild, medium, spicy level dua hingga sepuluh.

Lembar itu akan diambil oleh pelayan di balik tirai yang berhadapan dengan pengunjung. Tirai tersebut hanya dibuka ketika pramusaji mengambil lembar pesanan dan menyajikan mi. Sama sekali tidak ada kontak mata, sebab tirai itu menutupi wajah pramusaji dan tamu.

Di Jepang, makan sendirian bukan hal aneh. Itu sebabnya ada banyak restoran yang menyediakan tempat nyaman untuk tamu individu. Pengunjung bisa sepenuhnya berkonsentrasi pada ramen dengan konsep tempat makan seperti ini.

Mi disajikan dalam kotak makan segi empat, mirip dengan tempat bento. Saat tutupnya dibuka, asap langsung mengepul, memperlihatkan kuah kaldu dengan mi tipis, potongan daun bawang di satu sisi dan daging sapi di sisi lain. Saus pedas khas Ichiran diletakkan di bagian atas mi.

Kombinasi itu terdiri dari mi yang lezat, daging yang lembut serta kuah gurih namun pas di lidah yang dengan mudah bisa dihabiskan hingga ke tetes terakhir.

Saus merah level medium, setingkat lebih tinggi dari level mild yang direkomendasikan, namun ternyata rasanya tak seberapa pedas.

Bila masih lapar, Anda bisa memesan menu tambahan yang daftarnya tersedia di setiap bilik. Tak perlu repot-repot membayar di mesin tiket, menu tambahan bisa dibeli dengan uang tunai.

​​​​​​​Lanzhou Ramen Mazulu, Tokyo

Letaknya hanya tiga menit berjalan kaki dari stasiun Tokyo, ramen dengan citarasa China ini berada di antara gedung-gedung bertingkat menjulang di Tokyo, tepatnya di Grand Tokyo South Tower B1, 1-9-2 Marunouchi, Chiyoda-ku, Tokyo 100-6690.

Restoran ini terlihat mencolok, bagian depannya berwarna toska dan putih, tulisan “Mazulu Halal Beef Noodle” terpampang besar. Logo sertifikasi halal dari Nippon Asia Halal Certification juga tertera di situ.

Pemesanan langsung lewat pramusaji yang berjaga di bagian depan, tidak melalui mesin tiket. Ketika ANTARA berkunjung ke sana, hanya ada satu menu seharga 950 yen (Rp122.500).

Namun jenis mi bisa disesuaikan dengan selera, mulai dari mi serupa bihun hingga mirip kwetiau, juga tekstur lurus hingga keriting. Anda bisa memilih gambar yang sudah disediakan, meski tidak ada keterangan bahasa Inggris, pramusaji siap menjelaskan bila ada hal yang tidak dimengerti.

Dari sembilan pilihan mi, pramusaji merekomendasikan pilihan nomor dua, yakni mi keriting dengan ketebalan sedang.

Mi pilihan pengunjung langsung dibuat di dapur dengan kaca transparan, sehingga proses pembuatan bisa dilihat langsung. Para koki yang menggunakan peci dengan cekatan mengolah setiap adonan mi menjadi bentuk yang diinginkan pembeli. Proses pembuatan mi jadi hiburan tersendiri sembari menanti makanan disajikan.

​​​​​​​Ramen ala Mazulu punya cita rasa yang berbeda dari ramen-ramen di Jepang. Kuahnya tidak terlalu berkaldu, bumbunya ringan, menciptakan cita rasa sederhana namun segar dengan tambahan potongan daun seledri. Ramen ini dilengkapi topping irisan daging sapi yang lembut serta potongan daging berbentuk dadu dan lobak dalam setiap mangkuk.

Meski sudah secara khusus meminta ramen yang pedas, namun tambahan sambal yang diberikan sama sekali tidak terasa membakar mulut. Namun rasa yang tersaji dalam ramen sederhana itu sangat pas di lidah. Demikian, seperti dikutip Antara. (nan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending