Connect with us

DESTINASI

Umrah Weekend, Optimalkan Akhir Pekan untuk Orang-Orang Sibuk

Published

on

Program umrah weekend yang mengoptimalkan waktu libur akhir pekan ini ternyata cukup banyak peminatnya.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kesibukan masyarakat zaman sekarang menginspirasi Annisa Travel mengemas program umrah weekend sehingga jamaah tidak perlu mengambil cuti kerja berhari-hari lamanya untuk bisa menjalankan ibadah umrah.

Program umrah weekend yang mengoptimalkan waktu libur akhir pekan ini ternyata cukup banyak peminatnya, kata Direktur Utama Annisa Travel Eri Heriawati dalam siaran pers, Jumat (2/11/2018).

”Untuk program weekend di Baitullah ini, kami bisa mengatur agar perjalanannya seoptimal mungkin dan tetap mendapat kenyamanan dalam melepaskan rindu hati kita di depan Baitullah. Adapun jadwal perjalanan ini sudah kami kemas dengan sangat baik dan menyenangkan,” terang Eri.

Sesuai dengan namanya, umrah weekend ini hanya butuh waktu empat hari saja, dan jamaah berangkat pada Jumat pagi dengan menggunakan pesawat langsung menuju Madinah. Setibanya di sana, jamaah bermalam satu malam saja di Madinah.

Kemudian pada keesokan harinya, yakni Sabtu pagi, jamaah berziarah ke Makam Rasulullah di Raudah. Setelah shalat dzuhur dan makan siang, check out dari hotel dan melanjutkan ziarah di Kota Madinah serta mengambil Migot di Bir Ali, sebelum menuju ke Makkah.

”Perjalanan menuju Makkah ini bisa kita tempuh dengan mobil private atau dengan pesawat terbang. Keduanya adalah pilihan, tergantung mau pilih yang mana,” katanya.

Setibanya di Makkah, usai check in hotel tim pembimbing sudah menunggu untuk memandu jamaah menjalankan rangkaian umrah, yakni tawaf, sa’i, dan tahalul. ”Setelah selesai melaksanakan Umrah, jamaah bisa beristirahat di hotel,” katanya.

Pada hari terakhir, Minggu siang, jamaah melalukan tawaf wada dan check out hotel, sebelum ke Jeddah untuk kembali ke Jakarta. Tim Annisa, kata Eri, akan selalu mendampingi perjalanan sampai check in pesawat hingga jamaah terbang kembali ke Jakarta.

Dengan program umrah weekend ini, jamaah sudah tiba kembali di Jakarta pada Senin pagi, bahkan bisa langsung masuk kerja dan menjalankan aktivitas kembali di kantornya.

Umrah weekend ini ditawarkan Annisa Travel untuk para jamaah super sibuk, bisa dilakukan kapan saja di akhir pekan tanpa menunggu jamaah grup.

”Jadi bisa lebih leluasa dan nyaman tanpa harus ada beban untuk saling tunggu-menunggu,” demikian Eri Heriawati, seperti dikutip Antara. (sur)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DESTINASI

Waktu Terbaik Berkunjung ke Selandia Baru

Published

on

The Hobbiton Movie Set adalah lokasi penting yang digunakan untuk trilogi film The Lord of the Rings Selandia Baru.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Selandia Baru adalah salah satu destinasi liburan yang menarik untuk dikunjungi para pencinta alam. Tertarik berkunjung ke sana?

Tourism New Zealand Regional Manager South and South East Asia Steven Dixon mengungkapkan waktu terbaik untuk menyambangi Negeri Kiwi.

“Setiap saat sebenarnya oke, tapi Maret sampai Oktober bagus. Anda bisa melihat daun berubah warna pada musim gugur, musim dingin pada Juli – Agustus, musim semi pada Agustus – Oktober,” tutur Tourism New Zealand Regional Manager South and South East Asia Steven Dixon di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Soal dana, dia mengatakan semua tergantung dari si pelancong. Ada banyak pilihan untuk mereka yang hemat atau bebas menggelontorkan uang.

Salah satu daya tarik Selandia Baru, kata Steven, adalah variasi keindahan alam yang letaknya tak berjauhan. Dari hutan hingga pantai bisa ditempuh dalam waktu singkat.

“Kalau bisa saya sarankan, kunjungi kedua pulau besar saat ke Selandia Baru karena punya lanskap yang berbeda,” ujar dia mengenai rekomendasi tempat untuk turis yang pertama kali menjejakkan kaki ke Negeri Kiwi.

Jumlah turis Indonesia terus bertumbuh dari tahun ke tahun meski belum sebanyak turis dari Australia, China dan Amerika Serikat yang menempati posisi tiga teratas.

“(Urutan Indonesia) Ada di Top 15, tapi pertumbuhannya cepat,” kata Steven.

Jumlah pengunjung Indonesia di telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Pada akhir September 2018, terdapat total 26.416 kedatangan dari Indonesia.

“Sekitar 18.000 datang untuk berlibur,” kata dia

Ia pun meyakinkan para wisatawan muslim bahwa semakin banyak fasilitas ramah muslim di Selandia Baru, seperti tempat ibadah dan restoran bersertifikasi halal.

Riset Tourism New Zealand menunjukkan bahwa sebagian besar orang Indonesia yang mempertimbangkan liburan ke Selandia Baru berusia antara 25 hingga 54 tahun. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan 10 hari untuk berlibur di sana. Demikian, seperti dikutip Antara. (nan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Menpar Dorong Tabuik Masuk Kalender Wisata Nasional

Published

on

Tabuik, adalah perayaan lokal dalam rangka memperingati Asyura, gugurnya Imam Husain, cucu Muhammad.

Indonesiaraya.co.id, Pariaman – Menteri Pariwisata Arief Yahya mendorong pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat segera mengupayakan pesta Budaya Tabuik masuk dalam kalender wisata nasional.

“Saat ini pesta Budaya Tabuik belum masuk ke dalam kalender kegiatan nasional, oleh karena itu perlu upaya lebih keras dari pemerintah daerah untuk mewujudkannya,” kata dia di Pariaman, Minggu (11/11/2018) usai menutup kegiatan Tour de Singkarak 2018.

Tidak tercatatnya Tabuik ke dalam kalender wisata nasional ujar dia, disebabkan belum terpenuhinya kriteria berdasarkan penilaian dari tim khusus yang telah dibentuk.

Ia mengakui tidak mudah masuk ke dalam kalender wisata nasional, karena dibutuhkan persyaratan tertentu. Apalagi yang menilai tim khusus dan memang ahli di bidangnya.

Ia menyebutkan tim penilai tersebut terdiri dari Denny Malik, Eko Supriyanto dan Dynand Fariz serta sejumlah orang yang turut serta dalam seremoni Asian Games 2018.?

Namun ujarnya, festival Budaya Tabuik yang diselenggarakan setiap tanggal 1-10 Muharam di Kota Pariaman, tetap memiliki peluang untuk masuk ke dalam kalender nasional.

“Jadi kalau mau masuk kalender kegiatan nasional harus memiliki persiapan yang lebih bagus, setidaknya setara dengan pelaksanaan Tour de Singkarak (TdS),” ujar dia.

Namun, ia mengungkapkan pihaknya terus mendukung Kota Pariaman untuk dapat menjadikan tabuik sebagai salah satu program dalam kalender nasional.

Wali Kota Pariaman Genius Umar, mengatakan pesta budaya Tabuik merupakan salah satu upaya dalam memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Setiap penyelenggaraan pesta budaya tabuik ujarnya, Kota Pariaman dikunjungi hingga ratusan ribu wisatawan dari berbagai daerah bahkan luar negeri.

Untuk mencapai dan masuk ke dalam kalender nasional, pemerintah daerah akan berupaya semaksimal mungkin memenuhi persyaratan yang diminta.

“Pesta budaya tabuik sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, oleh karena itu perlu diperjuangkan agar masuk ke dalam kalender event nasional,” kata dia, seperti dikutip Antara. (alt)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

NTB Jadi Destinasi Wisata Halal Terfavorit ASR 2018

Published

on

Kite Surfing di Kuta Beach Park the Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terpilih sebagai tujuan wisata halal terfavorit dalam Anugerah Syariah Republika (ASR) 2018, menyisihkan 13 provinsi lainnya. 

Dari total suara masuk selama sepekan (30 Oktober-5 November 2018), voting untuk NTB mencapai 38 persen, diikuti Aceh (27 persen), dan Sumatera Barat (23 persen). 

Selain itu, provinsi lain yang juga tercatat dalam “Voting Destinasi Halal Terfavorit” adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Sumatra Utara, Riau-Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Banten, dan Sumatera Selatan.

“Kategori tujuan destinasi halal terfavorit baru pertama kali diadakan pada ASR tahun ini,” kata Ketua ASR 2018 Elba Damhuri.

Tahun lalu, ASR hanya berfokus pada penghargaan untuk pelaku industri keuangan syariah.

Penghargaan itu meliputi perbankan, keuangan nonperbankan, industri asuransi, industri mikro-makro, financial technology (fintech), multifinance, dan tokoh syariah.

Untuk kategori penghargaan industri keuangan terbagi ke dalam beberapa tingkat. Kategori Perbankan dibagi berdasarkan jumlah aset (BUKU–bank umum kelompok usaha) sehingga terpecah menjadi beberapa penghargaan. Untuk Kategori Asuransi juga terbagi berdasarkan kelas bisnisnya.

Kriteria penilaian berbasiskan data kuantitatif berupa catatan kinerja industri selama 2017 dan kinerja triwulan satu 2018. Selain kuantitatif, juga berdasarkan indikator kualitatif seperti pelayanan dan pandangan publik/konsumen.

Penilaian ketiga didasarkan inovasi yang telah dilakukan. Apa saja terobosan yang sudah dilakukan yang bisa dilihat dari produk-produk yang dimiliki dan kegiatan-kegiatan yang digelar. 

Penilaian keempat, memasukkan unsur edukasi dan sosialisasi, apakah industri keuangan syariah di Tanah Air gencar melakukan sosialisasi dan edukasi, mengajak masyarakat tahu, paham, dan akhirnya menjadi nasabah mereka. 

Dewan Juri terdiri dari ahli ekonomi syariah, ahli fiqih syariah, dan juri internal Republika. Untuk ekonom, Dewan Jurinya Sunarsip dan ahli muamalah, Dr Oni Sahroni, yang juga aktif di Dewan Syariah Nasional (DSN).

Dalam kesempatan itu, Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaedi mengatakan Republika berencana menggelar Anugerah Syariah setiap tahunnya. 

Dia berharap ajang ini bisa berkontribusi positif bagi kemajuan ekonomi syariah di Tanah Air, salah satunya industri halal. Menurut Irfan, Indonesia memiliki semua potensi untuk memajukan industri halal baik dari sektor pariwisata, makanan, fashion, kosmetik, hingga ekonomi kreatif. Demikian, seperti dikutip Antara. (lws)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending