Connect with us

BOGOR

Wali Kota Bogor Minta Jokowi Perbaiki Infrastruktur Sekitar Istana

Published

on

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

Indonesiaraya.co.id, Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memperbaiki infrastruktur di sekitar Istana Bogor pada periode kepemimpinannya yang kedua.

“Persoalan kemacetan, persoalan penataan pasar, dan lain-lain. Pasti akan saya komunikaskan dengan Pak Jokowi. Tamu-tamu negara ‘kan ke sini, diperlukan akselerasi pembangunan infrastruktur kota,” ujarnya di Bogor, Minggu (30/6/2019).

Setelah 5 tahun ke belakang, menurut dia, Jokowi tinggal di Istana Bogor, besar kemungkinan 5 tahun ke depan Jokowi kembali tinggal di Istana yang lokasinya juga tak jauh dari kantor Bima Arya.

“Kemungkinan 5 tahun ke depan akan tetap tinggal di sini. Jadi, kami berharap Pak Jokowi memberikan perhatian infrastruktur di Kota Bogor,” kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Di samping itu, Bima juga berharap ada sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan pemerintah pusat untuk mengedepankan program pembangunan manusia yang menjadi fokus Jokowi pada periode kedua menjadi Presiden RI.

“Banyak hal yang bisa disinergikan antara program Kota Bogor dengan program pemerintah pusat dalam hal penguatan pembangunan manusia. Bicara tentang pengentasan masyarakat dari kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan lapangan pekerjaan,” beber Bima.

Pasalnya, visi pembangunan manusia juga menjadi fokus Bima Arya pada periode kedua menjadi Wali Kota Bogor dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor tahun 2019 s.d. 2024. Demikian, seperti dikutip Antara. (fik)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

BOGOR

Dikabarkan Jadi Mentan, Arif Satria : Saya Tidak Pikirkan Gosip

Published

on

Rektor IPB University, Dr Arif Satria.

Indonesiaraya.co.id, Bogor – Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Dr Arif Satria angkat bicara setelah namanya disebut-sebut masuk dalam jajaran Menteri Kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin, sebagai Menteri Pertanian (Mentan).

“Saat ini tugas saya adalah sebagai Rektor IPB, jadi fokus melaksanakan tugas yang sudah di depan mata saja, dan tidak memikirkan gosip dan rumor yang beredar,” ujarnya di Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/7/2019).

Meski begitu, ketika ditanya kesiapannya ketika diminta Presiden untuk menempati posisi menteri, ia tidak mengisyaratkan akan menolak tawaran tersebut, juga tidak mengaku siap menempatinya.

“Saya kira hanya Tuhan yang tau kita itu akan berakhir dalam jabatan apa berperan apa hanya Tuhan yang tau. Ya tetap diserahkan kepada Tuhan,” kata Arif saat menghadiri penetapan Ketua Majelis Wali Manat (MWA) IPB University periode 2019-2024 di IPB International Convention Center (IICC), Kota Bogor, Rabu (17/7/2019).

Ia menganggap, Presiden Jokowi memiliki kriteria khusus dalam memilih orang sebagai menterinya di periode kedua menjabat sebagai Presiden RI. Maka, banyak pula tokoh berkualitas yang menurutnya patut ditunjuk jadi menteri.

“Jadi saya kira presiden punya orang-orang yang tepat untuk menempati posisi tersebut, jadi banyak orang-orang yang hebat daripada saya sangat banyak,” tuturnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, salah satu lembaga riset bernama Voxpol Center Research and Consulting merilis hasil riset tekait nama-nama menteri di Kabinet Kerja Jilid II. Pada hasil riset itu kursi Mentan diisi oleh petani.

Selain itu, Arif Satria juga ditulis sebagai Mentan dalam salinan surat dengan kop ‘Koalisi Indonesia Maju’ disertai logo burung garuda di bagian atasnya. Surat yang tidak bisa dipastikan keasliannya itu beredar luas di berbagai WhatsApp Group belakangan ini. Demikian, seperti dikutip Antara. (fik)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BOGOR

Jokowi ke Menteri : Sudah Puluhan Kali Diingatkan Masih Belum Beres Juga

Published

on

Suasana Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Senin (8/7/2019).

Indonesiaraya.co.id, Bogor – Presiden Joko Widodo menyinggung problem investasi di Indonesia yang menurut dia belum maksimal pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Senin (8/7/2019).

Presiden Jokowi yang dalam kesempatan itu didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan, dirinya sudah puluhan kali menyampaikan agar investasi yang berkaitan dengan ekspor, yang berkaitan dengan barang-barang substitusi impor untuk tutup mata, berikan izin secepat-cepatnya.

“Tapi kejadian yang ada di lapangan, tidak seperti itu,” kata Presiden Jokowi, sebagaimana dikutip dari Setkab, Senin (8/7/2019).

Ia menunjuk contoh dari Kementerian Kehutanan misalnya, masih lama, terutama yang menyangkut urusan lahan.

Presiden juga mengutip cerita Wakil Presiden (Wapres) mengenai petrochemical yang diperlukan tetapi berhenti sudah setahun lebih gara-gara yang berkaitan dengan lahan. “Urusan kecil tapi ya ini menghambat,” ujarnya.

Demikian pula di Manado, Presiden menyampaikan kekurangan hotel, (investor) hotel berbondong-bondong mau bikin. Tapi urusan yang berkaitan dengan tata ruang, lanjut Presiden, sebetulnya dari Menteri BPN bisa menyelesaikan dengan kesepakatan-kesepakatan yang memang harus itu dilakukan.

“Semua hal seperti ini kalau secara detail, kita ini terbelit oleh rutinitas dan tidak berani melihat problem, melihat tantangan-tantangan yang riil kita hadapi. Ya sampai kapanpun kita juga tidak bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada,” tegas Presiden.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengingatkan perlunya mendahulukan kerja yang terintegrasi, kerja tim antar kementerian.

Hadir dalam Sidang Kabinet Paripurna itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, KSP Muldoko, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PPN/Kepala BAPPENAS Bambang Brodjonegoro, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BOGOR

Prabowo-Sandiaga Unggul 170.961 Suara di Kota Bogor

Published

on

Dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Kota Bogor sebanyak 716.473 pemilih, ada sebanyak 642.094 pemilih yang menyalurkan hak pilihnya untuk kertas suara Pilpres.

Indonesiaraya.co.id, Bogor – Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno unggul 170.961 suara dari pasangan nomor urut 01, Jokowi – Ma’ruf Amin pada hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat Kota Bogor, Jawa Barat.

“Pasangan Jokowi-Ma’ruf memperoleh 228.112 suara, dan pasangan Prabowo-Sandi memperoleh 399.073 suara dari total enam kecamatan di Kota Bogor,” kata Ketua KPU Kota Bogor, Samsudin di Bogor usai rapat pleno, Minggu (5/5/2019) malam.

Selisih angka tersebut tidak jauh berbeda dengan selisih rekapitulasi Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2014 silam di Kota Bogor, yakni 129.708 suara. Saat itu pasangan capres cawapres nomor urut 01, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memperoleh 340.286 suara, sedangkan pasangan nomor urut 02, Jokowi-Jusuf Kalla memperoleh 210.578 suara.

Samsudin mengatakan, dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Kota Bogor sebanyak 716.473 pemilih, ada sebanyak 642.094 pemilih yang menyalurkan hak pilihnya untuk kertas suara Pilpres. Tapi, hanya sebanyak 627.185 kertas suara dianggap sah, sedangkan 14.909 kertas suara lainnya dianggap tidak sah.

“Pleno rekap dihadiri lengkap oleh Bawaslu Kota Bogor, ketua dan anggota PPK se-Kota Bogor, Ketua PPS se-Kota Bogor, saksi dari TKD 01 dan BPD 02, saksi dari sembilan calon anggota DPD RI, serta 15 saksi dari partai politik,” bebernya.

Rapat pleno dimulai pada Sabtu (4/5/2019) sore, sampai dengan Minggu (5/5/2019) malam dengan agenda pembacaan hasil pleno di enam kecamatan Kota Bogor.

“Pleno ditutup dengan baik, tidak ada satu pun keberatan dan catatan khusus dari Bawaslu dan para saksi,” kata Samsudin.

Tahapan selanjutnya, hasil pleno tingkat Kota Bogor akan dibawa ke rapat pleno KPU tingkat Provinsi Jawa Barat, yang akan dilaksanakan pada Rabu (8/5/2019) sampai Jumat (11/5/2019).(KR-MFS). Demikian, seperti dikutip Antara. (fik)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending